(BP Migas)
(BP Migas)
“Undang-undang boleh diganÂti, tapi mengganti kontrak yang suÂdah dipegang KKKS tidak boÂleh,†ujar Kepala Divisi PertimÂbangan Hukum BP MiÂgas Sampe L Purba dalam disÂkusi tentang Peluang Revisi UU Migas untuk MenjaÂmin KeseÂjahÂteraan Rakyat di Jakarta, kemarin.
Menurut Purba, yang boleh diÂganti adalah hanya pengelola berÂdaÂsarÂkan ketentuan kontrak. Dia juga menyatakan, industri migas itu meÂmiliki proÂyek-proÂyek jangka panÂjang yang tidak bisa dituntut dalam lima tahun harus menghaÂsilkan proÂduksi.
“Proyek-proyek di inÂdustri miÂgas itu proyek jangka panjang yang sampai 30 tahun. Jadi tidak bisa dipaksa untuk jangka pendek harus bisa mengÂhasilkan proÂduksi,†ucapnya seraya menam-bahkan, untuk bisnis di sektor miÂgas ini adalah pengÂurasan bukan panen sehingÂga seÂtelah dikuras harus ada pengÂganÂtinya.
DPR berjanji segera membahas revisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) No.22 tahun 2001. BahÂkan komisi energi DPR sudah menjadwalkan waktu khuÂsus untuk membahas perÂsoÂalan ini. MeÂnurut anggota KoÂmisi VII DPR Bobby Rizaldi, pemÂbaÂhasan akan dilakukan pekan keÂdua atau keÂtiga Oktober nanti. “Kita akan meÂÂÂnunggu tangÂgapan masing-masing fraksi,†katanya.
Terkait fungi BP Migas sebagai wakil pemerintah yang berÂkonÂtrak dengan KKKS asing, pihakÂnya ingin ada pemÂbagian tugas lebih rinci. “Apa sebagai Badan Hukum MiÂÂlik Negara (BHÂMN), BUMN atau bentuk lain,†ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22