ilustrasi, shell
ilustrasi, shell
Konfederasi Serikat Pekerja MiÂgas Indonesia (KSPMI) meÂminÂta pemerintah membatalkan tender BBM PSO (Public Service Obligation) atau BBM subsidi.
Presiden KSPMI Faisal Yusra menegaskan, keterlibatan asing dan swasta dalam tender penyaluÂran BBM subsidi sangat mencuriÂgakan. Menurut dia, seÂlama ini yang mempunyai infraÂstruktur daÂlam penyaluran baik di Jawa atau luar Jawa adalah PerÂtamina.
“Bagaimana logikanya swasÂÂta atau asing yang tidak punya inÂfrastruktur mau disuruh menyaÂlurkan BBM subsidi, apa tiÂdak makin kedodoran nantiÂnya,†ceÂtus Faisal di Jakarta, kemarin.
Pihak BPH MiÂgas mengangÂgap tender distribusi BBM subÂsidi difokuskan untuk menyediaÂkan dan mendistribusiÂkan BBM di wilaÂyah yang belum memiliki saÂrana distribusi BBM yang yang lengÂkap seperti daeÂrah-daerah di luar Jawa dan Bali.
“Tender diÂutamakan untuk daeÂÂÂrah yang belum ada infraÂstrukÂÂtur BBM seperti Kalimantan dan SuÂmaÂtra,†kata Direktur BBM BPH Migas Djoko SisÂwanto.
Alasannya, kondisi geÂografis yang dimiliki Indonesia tiÂdak memungkinkan bagi PertaÂmina untuk membangun infraÂstruktur BBM sendiri. KarenaÂnya, tenÂder dilakukan dengan mewajibÂkan pemenang tender membaÂngun infrastruktur di wilaÂyah tersebut.
“Tujuannya meÂmang untuk itu. Indonesia punya 13.000 pulau, tapi SPBU baru 5.000,†ujarnya.
Saat ini BPH Migas tengah meÂnyelenggarakan tender penyeÂdiaÂan dan pendistribusian BBM berÂsubsidi untuk 2013. Sebanyak emÂpat perusahaan meminati tenÂder tersebut, yaitu PT Pertamina PT Shell Indonesia, PT Aneka Kimia Raya (AKR) CorÂporindo Tbk dan PT Surya Parna Niaga.
Faisal mengatakan, jika BPH Migas tetap ngotot menggelar tenÂder BBM subsidi dengan meÂlibatkan asing dan swasta, maka pihaknya mendesak direksi PerÂtamina untuk keluar dari tenÂder tersebut.
“Pemerintah harusÂnya sadar beban keuangan memeÂnuhi stok operasional nasional BBM subÂsidi selama 20 hari itu mencapai Rp 30 triliun. BagaiÂmana mungÂkin beban tersebut akan ditangÂgung swasta atau asing,†protes Faisal.
Anggota KoÂmisi VII DPR Dito Ganinduto berjanji segera meÂmanggil MenÂteri Energi dan SumÂber Daya Mineral (ESÂDM) Jero Wacik guna meÂminta pemÂbaÂÂtalan tender terseÂbut. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22