presiden sby
presiden sby
Pertama adalah tanda-tanda zaman yang mengubah corak dan tatanan dunia yang terjadi pada medium 1980-an. Yaitu gerakan pembebasan dan keluar dari tekanan perang dingin.
"Kita saksikan tembok Berlin runtuh. Dan itu menandai era baru dalam tatanan global, era baru dalam geopolitik yang diyakini terus berlangusung. Yang itu semua sebenarnya sebuah tanda-tanda zaman bahwa di dunia tempat kita hidup ini telah terjadi perubahan fundamental pada tatanan politik, perdamaian, dan keamanan dunia," kata Presiden saat membuka acara Rapimnas Kadin di Jakarta (Selasa, 2/10).
Tanda-tanda jaman kedua terjadi pada akhir tahun 2000-an. Yaitu, kriris yang terjadi di berbagai tempat di dunia, bahkan negara-negara maju, negara kuat justru menghadapi kesulitan yang cukup serius sekarang. "Padahal negara negara maju itulah yang selama ini mengembangkan ajaran dan teori ekonomi yang dianut hampir semua bangsa di dunia," ungkapnya.
Dari tanda jaman kedua itu, masih kata Presiden, pelajaran yang bisa dipetik adalah ada sebuah keharusan sejarah untuk memikirkan dan meninjau kembali teori, ajaran dan sistem perekonomian dunia. "Lebih baik kita menyadari seperti itu daripada kita terlambat. Menyadari bahwa dunia telah berubah yang memerlukan penyesuaian," lanjutnya.
Sedangkan tanda jaman ketiga yaitu peristiwa yang terjadi di awal tahun 2010-an dan sampai sekarang masih berlangung. Yaitu adanya gerakan di berbgaai negara untuk mencari keadilan, yang disimbolkan lewat gerakan occupy movement.Gerakan ini berasal kelompok bangsa di banyak negara yang melakukan interupsi pada dominasi kapitalisme yang berlebihan, termasuk dominasi dunia perbankan dan perusahaan besar dunia yang dianggap terlalu mementingkan dirinya sendiri dan kurang mementingkan rasa keadlian bagi kehidupan rakyat di negeri itu.
"Dari tanda jaman ketiga, yang dapat kita petik dan pahami adalah, menurut pendapat saya, adanya keharusan untuk memikirkan dan melakukan kerja sama global dan juga upaya nasional agar ekonomi yang kita jalankan ini di masa depan semakin memberikan rasa keadilan," papar Presiden.
Atas dasar itulah, pemerintah menjalankan kebijakan empat jalur, yaitu pro pertumbuhan, penciptaan lapangan pekerjaan, pengurangan kemiskinan, dan pro pemeliharaan lingkungan. "Termasuk program pro rakyat empat cluster yang semua itu bertujuan untuk memberikan keadilan lebih besar dan mencegah kesenjangan yang semakin besar antara the have dan the have not," tandasnya. [zul]
Populer
Senin, 23 Maret 2026 | 01:38
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07
Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15
UPDATE
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Rabu, 01 April 2026 | 18:04
Rabu, 01 April 2026 | 18:03
Rabu, 01 April 2026 | 17:40
Rabu, 01 April 2026 | 17:24
Rabu, 01 April 2026 | 17:03
Rabu, 01 April 2026 | 17:00
Rabu, 01 April 2026 | 16:51
Rabu, 01 April 2026 | 16:51
Rabu, 01 April 2026 | 16:44