Berita

ilustrasi

Bisnis

Permintaan Turun, Ekspor Indonesia Cuma 24,3 %

SELASA, 02 OKTOBER 2012 | 08:35 WIB

Setelah tiga bulan berturut-turut defisit, neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2012 mengalami surplus sebesar 248,5 juta dolar AS. Surplus perda­gangan Januari-Agustus naik menjadi 496,7 juta dolar AS.

Namun, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menye­butkan, ekspor Indonesia di Agustus mencapai 14,12 miliar dolar AS atau turun 24,3 persen dibandingkan Agustus 2011.

“Untuk ekspor migas turun 2,3 persen, sementara ekspor non migas turun 14,49 persen. Ini karena penurunan permintaan akibat krisis Eropa,” ujar Surya­min di kantornya, kemarin.

Total nilai ekspor dari Januari hingga Agustus 2012 mencapai 127,17 miliar dolar AS atau turun 5,58 persen, dibanding periode yang sama tahun lalu. Ekspor terbesar adalah bahan bakar mineral 17,83 miliar dolar AS dan lemak serta minyak hewan nabati 14,09 miliar dolar AS.

Suryamin menyebutkan, pang­sa ekspor terbesar dalam 8 bulan ini adalah China senilai 13,37 miliar dolar AS, Jepang 12,57 miliar dolar AS dan Amerika Serikat 9,9 miliar dolar AS. Kemudian ekspor ke negara ASEAN sebesar 21,35 miliar dolar AS dan Uni Eropa senilai 12,09 miliar dolar AS.

Sementara impor Agustus 2012 mencapai 13,87 miliar dolar AS atau turun 8,02 persen dibanding Agustus 2011. Impor Indonesia turun 15,21 persen dibandingkan Juli 2012.

Nilai impor migas di Agustus 2012 mencapai 3,31 miliar dolar AS atau naik dari 2,76 miliar dolar AS di Juli 2012. Impor non migas mencpai 10,56 miliar dolar AS atau turun dari 13,6 miliar dolar AS di Juli 2012.

“Total impor Januari hingga Agustus 2012 mencapai 126,67 miliar dolar AS atau naik 10,28 persen pada periode sama tahun lalu dengan impor non migas sebesar 99,16 miliar dolar AS atau naik 12,66 persen pada periode sama tahun lalu,” jelas Suryamin.

Impor terbesar, lanjut dia, adalah mesin dan peralatan mekanik serta mesin dan per­alatan listrik. Negara asal barang impor terbesar adalah China, Jepang dan Thailand.

“Total impor ketiga negara tersebut adalah 42,7 persen dari keseluruhan nilai impor Indo­nesia,” ucapnya.

Sedangkan impor dari negara ASEAN mencapai 21,36 miliar dolar AS dengan pangsa pasar 21,54 persen, serta impor dari negara Uni Eropa sebesar 9 miliar dolar AS dengan pangsa pasar 9,08 persen.

Dengan realisasi perdagangan tersebut, Suryamin menyatakan, pada Agustus 2012 neraca per­dagangan Indonesia mulai kem­bali surplus 248,5 juta dolar AS, sehingga secara kumulatif terjadi surplus sebesar 496,7 juta dolar AS. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya