ilustrasi
ilustrasi
Namun, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyeÂbutkan, ekspor Indonesia di Agustus mencapai 14,12 miliar dolar AS atau turun 24,3 persen dibandingkan Agustus 2011.
“Untuk ekspor migas turun 2,3 persen, sementara ekspor non migas turun 14,49 persen. Ini karena penurunan permintaan akibat krisis Eropa,†ujar SuryaÂmin di kantornya, kemarin.
Total nilai ekspor dari Januari hingga Agustus 2012 mencapai 127,17 miliar dolar AS atau turun 5,58 persen, dibanding periode yang sama tahun lalu. Ekspor terbesar adalah bahan bakar mineral 17,83 miliar dolar AS dan lemak serta minyak hewan nabati 14,09 miliar dolar AS.
Suryamin menyebutkan, pangÂsa ekspor terbesar dalam 8 bulan ini adalah China senilai 13,37 miliar dolar AS, Jepang 12,57 miliar dolar AS dan Amerika Serikat 9,9 miliar dolar AS. Kemudian ekspor ke negara ASEAN sebesar 21,35 miliar dolar AS dan Uni Eropa senilai 12,09 miliar dolar AS.
Sementara impor Agustus 2012 mencapai 13,87 miliar dolar AS atau turun 8,02 persen dibanding Agustus 2011. Impor Indonesia turun 15,21 persen dibandingkan Juli 2012.
Nilai impor migas di Agustus 2012 mencapai 3,31 miliar dolar AS atau naik dari 2,76 miliar dolar AS di Juli 2012. Impor non migas mencpai 10,56 miliar dolar AS atau turun dari 13,6 miliar dolar AS di Juli 2012.
“Total impor Januari hingga Agustus 2012 mencapai 126,67 miliar dolar AS atau naik 10,28 persen pada periode sama tahun lalu dengan impor non migas sebesar 99,16 miliar dolar AS atau naik 12,66 persen pada periode sama tahun lalu,†jelas Suryamin.
Impor terbesar, lanjut dia, adalah mesin dan peralatan mekanik serta mesin dan perÂalatan listrik. Negara asal barang impor terbesar adalah China, Jepang dan Thailand.
“Total impor ketiga negara tersebut adalah 42,7 persen dari keseluruhan nilai impor IndoÂnesia,†ucapnya.
Sedangkan impor dari negara ASEAN mencapai 21,36 miliar dolar AS dengan pangsa pasar 21,54 persen, serta impor dari negara Uni Eropa sebesar 9 miliar dolar AS dengan pangsa pasar 9,08 persen.
Dengan realisasi perdagangan tersebut, Suryamin menyatakan, pada Agustus 2012 neraca perÂdagangan Indonesia mulai kemÂbali surplus 248,5 juta dolar AS, sehingga secara kumulatif terjadi surplus sebesar 496,7 juta dolar AS. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22