PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)
Anggota Pengurus YLKI SuÂdaryatmo mengatakan, pihaknya menÂcatat 13 persen pelanggan mengadu tidak puas terhadap pelayanan PLN. “Saya punya daÂÂtanya. Kalau di Indonesia perÂsentase data pengaduan listrik di angka 10-13 persen,†ujarnya di acara Workshop Menuju Jasa Kelistrikan yang Bebas Korupsi di Jakarta, kemarin.
Angka ketidakpuasan itu, kaÂtanya, masih jauh lebih tinggi bila dibanding negara-negara tetangÂga seperti MaÂlaysia yang hanya 3 persen. SeÂdangkan di Hong Kong sudah tak memiliki maÂsaÂlah lagi dengan pengaduan listrik.
Menurut SuÂdaryatmo, pengaÂduan itu mencakup tingkat peÂlayanan atauÂpun kualitas pelaÂyanan keÂlisÂtrikan yang diberiÂkan kepada konÂÂsumen.
“Aduan yang terjadi tidak haÂnya dari gangÂguan listrik seperti mati lamÂpu, namun untuk konÂsumen yang beÂlum mendapat alirÂan lisÂtrik pun kerap terjadi. Untuk wiÂlayah JabodetaÂbek, baÂru 65 perÂsen yang menikÂmati listrik. SiÂsanya belum meÂnikmati setrum,†terang SuÂdaryatmo.
Direktur Utama PLN Nur PaÂmudji mengakui, praktik peÂnyimÂÂÂpangan oleh oknum PLN masih terjadi. Penyimpangan muÂÂlai dari maÂsalah layanan peÂlanggan hingÂÂga soal pengadaan barang dan jaÂsa (procurement).
“Di pelaÂyanan peÂlanggan itu nilainya kecil tapi banyak. Ini membuat citra buÂruk,†katanya.
Nur mengakui, penyimÂpaÂngan masih banyak terjadi di tingkat pelayanan jasa. Ia menÂcontohkan pemasangan listrik dan pengaÂduan gangguan konÂsumen. MeÂnurutnya, jika ada petugas yang melakukan puÂnguÂtan liar (pungli) untuk pelaÂyanan jasa listrik, mestinya tiÂdak diberikan.
Karena itu, dia berjanji akan meminimalisir potensi kejadian-kejadian tersebut dengan menÂdorong konsumen untuk mengÂguÂnakan layanan kelistrikan leÂwat sistem internet dan telepon.
“Peluang praktik koÂrupsi akan besar jika ada perÂtemuan antara pelanggan dan pemberi layaÂnan,†kata Nur.
Dia juga berjanji akan meninÂdak tegas oknum pegawainya yang melaÂkukan pungli dalam jasa kelisÂtrikan. Sanksinya, baÂkal langsung dipecat. “Kalau seÂanÂdainya terjadi transaksi (pungli) itu diÂpecat,†tegasnya
Kebijakan ini tidak hanya berÂlaku untuk korupsi berskala beÂsar, oknum yang menerima uang tip dari konsumen pun akan diÂtinÂdak. Apalagi dirinya juga seÂring menerima aduan dari konÂsumen, salah satunya soal peÂmasangan listrik baru.
Nur bercerita, pernah ada pelÂanggan yang diminta biaya lebih untuk pemasangan baru. Setelah menerima laporan tersebut, diÂcek langsung. “TerÂnyata yang berÂsangkutan terÂbukti, saya leÂpas jabatannya, dibebasÂtuÂgasÂkan kaÂrena tranÂsaksinya beÂlum terjadi. Kalau terjadi transaksi langsung dipeÂcat,†tandasnya.
Komisi VII DPR Rofi’ MunaÂwar mengatakan, dengan adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tahun depan, pelayanan listrik PLN juga harus diperbaiki. JaÂngan sampai ada keluhan atau pengaduan dari masyarakat soal buruknya pelayanan listrik peruÂsahaan pelat merah tersebut.
“PuÂngutan-pungutan liar juga harus sudah hilang,†katanya.
Selain itu, rasio kata Rofi’, eletrifikasi listrik (ketersedian listrik) juga perlu ditingkatkan. Menurutnya, beberapa daerah masih mengaÂlami rasio elekÂtriÂfikasi yang masih rendah di baÂwah 60 persen seperti Sulawesi Tenggara (Sultra) 57,90 persen, Gorontalo 55,88 persen, Nusa TengÂgara Barat (NTB) 54,77 perÂsen, Nusa TengÂgara Timur (NTT) 44,49 persen, bahkan Papua haÂnya mencapai 35,89 persen.
“Rasio elektrifikasi listrik di 2013 pemerintah mentargetkan 77,65 persen,†tandas Rofi’.
Pemerintah dengan Komisi VII DPR meÂnyeÂpakti subsidi kelisÂtrikan 2013 seÂbesar Rp 78,63 triÂÂliun dibarengi dengan kenaikÂan 15 persen. KeÂnaikan itu akan diÂlakukan secara bertahap per tiga bulan sekali. NaÂmun, TDL untuk golongan 450 VA dan 900 VA tiÂdak dinaikan. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22