ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Berdasarkan data dari situs bisnis iProperty Group terungÂkap, 32 persen investor IndoneÂsia meÂngaku gemar menanamÂkan moÂdal ke wilayah yang leÂtak geoÂgrafisÂnya tidak terlalu jauh dari IndoÂnesia.
CEO iProperty Group Shaun Di Gregorio menuÂturkan, tiga besar tujuan investaÂsi properti di luar negeri yang diinÂcar penÂduÂduk Indonesia, yakni SiÂngaÂpura mencapai 49 persen, AusÂtralia dan Malaysia.
“Investor asal Indonesia masuk jajaran tiga besar investor Asia yang paling banyak berinÂvestasi di sektor proÂperti. Jumlah itu (32 persen) terÂtinggi kedua setelah Singapura sebesar 43 perÂsen,†ujarnya di Jakarta, keÂmarin.
Pihaknya memprediksi, akan ada peningkatan investasi di paÂsar properti luar negeri yang dilaÂkukan oleh investor asal IndoÂneÂsia. Terlebih jika investor meÂyaÂkini stabilitas politik dan keÂpasÂtian ekonomi tetap terjaga.
“Saya kira mendekati pemilu 2014, kelompok menengah kaya akan berupaya mendiversifikasi rasio, maka kita mungkin bisa meÂlihat peningkatan pembelian properti luar negeri,†prediksinya.
Menurut Gregorio, peraturan keÂpemilikan aset di dua negara yang ramah bagi warga asing seÂperti di Singapura dan Malaysia menjadi daya tarik bagi investor Indonesia untuk berinvestasi.
Perlu diketahui, survei yang diÂlakukan oleh iProperty dilakukan di kota-kota besar Benua Asia pada periode 1 Juli hingga 31 Agustus tahun ini. Sebanyak 9.805 responden berasal dari InÂdoÂnesia. Secara keseluruhan ada 25.754 total responden terliÂbat dalam survei berbasis Internet terÂsebut. Sebanyak 58 persen perÂcaya membeli properti di SingaÂpura atau Malaysia memberi haÂraÂpan kembali modal lebih tinggi.
Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengembang PeÂrumahan dan Permukiman SeÂluruh Indonesia (APERSI) Edy Ganefo menuturkan, memang ada beberapa pengembang yang melakukan ekspansi usaha ke luar negeri. Tapi jumlahnya sangat miÂnim. “Tapi kalau masyarakat atau investor memang baÂnyak yang investasi di luar neÂgeri. Mungkin karena gengsi, keÂbuÂtuhan, alasan keamanan, jamiÂnan. Atau alasan keluarga yang menÂjadikan banyaknya masyaraÂkat membeli properti dan tanam moÂdal di negara-negara lain. SebaÂgian besar pengusaha properti masih enggan ekspansi ke luar negeri. Mereka masih takut untuk keluar kandang,†cetusnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22