Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Dibebani Logistik, Industri Makanan Tumbuh 12 Persen

Ratusan Pengusaha Jamu Gulung Tikar
JUMAT, 28 SEPTEMBER 2012 | 08:19 WIB

Gabungan Pengusaha Maka­nan dan Minuman Seluruh Indo­nesia (Gapmmi) memproyeksi, pertum­buhan industri makanan dan minu­man hingga akhir tahun ini sebesar 12 persen meskipun daya saing relatif rendah dan be­lum ada­nya jaminan pasokan energi.

Saat ini, peringkat daya saing Indonesia berada pada posisi 50, jauh di bawah negara lain se­perti Singapura di pe­ringkat 2, Malay­sia 25, Brunei Darusa­lam 28 dan Thailand 38.

“Walau­pun daya saing­nya ren­dah, kami per­kira­kan hingga akhir ta­hun industri ma­kanan dan minu­man tumbuh 12 persen, naik dari realisasi ta­hun lalu se­besar 9 persen,” jelas Ketua Umum Gap­mmi Adhi S. Luk­man di Jakarta, kemarin.

Rendahnya daya saing, menu­rut Adhi, disebabkan oleh tinggi­nya biaya logistik yang harus di­ke­luarkan pelaku usaha se­kitar 12-15 persen dari biaya pro­duksi.

“Biaya logistik di negara lain di bawah 10 persen dan minimnya infrastruktur seperti pelabuhan, membuat biaya logistik di Indo­ne­sia sangat mahal,” paparnya.

Untuk 2013, lanjut Adhi, pe­laku usaha makanan dan minu­man nasional dihadapkan pada tan­tangan yang semakin berat seiring dengan kenaikan harga gas dan tarif tenaga listrik (TTL).

“Pemerintah telah menetapkan harga gas untuk industri naik 35 persen per 1 September. Selain itu, mulai 1 April 2013, TDL in­dus­­tri akan dinaikkan 15 persen dan hal ini akan menambah bia­ya produksi,” curhatnya.

Gulung Tikar

Sementara itu, sekitar 90 per­sen pengusaha jamu dari 1.130 ang­gota Gabungan Pengusaha (GP) Jamu terancam bangkrut akibat serbuan jamu impor ilegal yang bebas beredar di seluruh In­do­nesia. Ini akibat sangat le­mah­nya pengawasan pemerin­tah dan adanya regulasi yang me­mu­dah­kan impor obat herbal.

“Potensi kebangkrutan produ­sen jamu juga dipicu bakal terbit­nya Undang-Undang (UU) ten­tang Pe­ngawasan Farmasi, Alat Kese­ha­tan yang sedang diba­has DPR. Kami menolak RUU ini,” ujar Ke­tua Umum GP Jamu Charles Sae­rang.  [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya