Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Tak Tepat Sasaran, 25 Persen Subsidi BBM Masih Dinikmati Orang Kaya

JUMAT, 28 SEPTEMBER 2012 | 08:00 WIB

pemberian subsidi energi, khu­susnya BBM. Bahkan, 25 persen dari total anggaran subsidi nega­ra tersedot sia-sia akibat masih ba­nyaknya orang kaya yang  me­­nik­mati BBM bersubsidi.

Padahal, jika kebijakan pem­be­rian subsidi diberlakukan se­cara tegas, total anggaran sub­sidi yang jumlahnya mencapai Rp 200 tri­lun masih bisa di­per­sem­pit atau di­kurangi 25 persen.

“Total anggaran subsidi BBM yang mencapai lebih dari Rp 200 triliun itu sebenarnya memper­sem­pit ruang gerak anggaran pem­bangunan. Mestinya ditekan me­lalui sikap tegas pemerintah,” kata Sekjen Organization for Econo­mic Cooperation and De­­velop­ment (OECD) Angela Gurria saat Seminar OECD di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, berdasarkan hasil kajian OECD terhadap per­eko­nomian Indonesia, kebijakan pem­berian subsidi energi BBM dan listrik yang diberlakukan pe­­­me­rintah sejauh ini belum tepat sa­saran. Kebijakan itu ma­sih  me­nguntungkan orang kaya.

Tahun 2009, 40 persen subsidi BBM untuk rumah tangga masih dinikmati pemilik rumah tangga kaya. Sedangkan rumah tangga golongan miskin hanya 1 persen.

Padahal, subsidi energi di ne­gara ini diambil dari jatah ham­pir seperempat dari total budget jika menghitung rigiditas dalam bud­get, anggaran, gaji, pemba­yaran bunga utang dan berbagai la­yanan lainnya.

“Di mana ruang gerak untuk Menteri Keuangan menga­lo­ka­sikan dana bagi pertumbuhan seperti investasi,” ucap Gurria.

Menteri Keuangan Agus Mar­towardojo menyatakan, dana ra­tusan triliun rupiah yang diba­kar untuk BBM subsidi dan ti­dak tepat sasaran ini memang seha­rusnya direlokasi untuk memba­ngun infrastruktur.

“Kita tidak ingin masyarakat yang seharusnya tidak memakai subsidi itu memakai subsidi. Kita ingin supaya ditata lebih baik ka­rena yang bisa direalo­kasi ke tu­juan-tujuan yang lebih ber­kua­litas itu manfaatnya ba­nyak se­kali,” kata Agus. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya