Berita

ilustrasi, pupuk

Bisnis

Mafia Pupuk Lebih Jahat Dari Terorisme

Kementan Mau Didemo
KAMIS, 27 SEPTEMBER 2012 | 08:05 WIB

.Carut marutnya persoalan pupuk di Kementerian Pertanian (Kementan) yang kerap menjadi faktor utama langkanya pupuk subsidi di lapangan, membuat geram Ketua Presidium Persa­tuan Perangkat Desa (Parade) Nu­santara Sudir Santoso. Dia me­ngancam menggelar aksi besar-besaran di depan Kantor Kementan jika persoalan ini masih terus terjadi.

“Masalah pupuk ini sebetulnya masalah klasik. Hampir tiap ta­hun ada saja kelangkaan. Ini tidak bisa dibiarkan dan ka­mi sudah geram dengan per­soa­lan yang kerap membuat panen kami jadi gagal. Presiden harus turun ta­ngan. Jika tidak, kami yang akan turun ke Kementan,” tegasnya.

Menurut Sudir, persoalan pu­puk di tingkat pusat yang akhir­nya berimbas besar pada petani di daerah dan desa-desa, bukti Ketidakmampuan Kemen­tan mengatur pengadaan hingga pendistribusian pupuk subsidi.

“Kalaupun menterinya sudah bekerja dengan benar, pasti di tingkat bawah yang diduga kuat memainkan pupuk ini. Jelas ini harus ditindak tidak bisa terus dibiarkan, “ ujarnya.

Seharusnya, lanjut Sudir, pe­merintah bisa menyelesaikan per­soalan ini dengan cepat. Se­bab, pemerintah pusat bisa meng­gu­nakan tiga kuasanya, yakni  re­gulasi, intervensi dan subsidi. Jika tiga hal itu ternyata belum bisa memberikan kejela­san soal pupuk dan persolan masih saja terus terjadi, patut diduga pasti ada mafia pupuk di dalamnya.

“Mafia pupuk ini lebih jahat dari terorisme. Akibat ulah me­re­ka, persoalan pangan jutaan rakyat Indonesia bisa tergang­gu. Jika pe­merintah belum bisa me­nangani persoalan ini, kita akan gelar aksi besar-besaran,” tandas Sudir.

Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan Suprapti mengaku be­lum mengetahui perihal anca­man Parade Nusantara men­demo kan­tornya (Kementan).

“Misalkan aksi unjuk rasa itu ada, saya ingin tanya ke mereka di mana lokasi yang mengalami kelangkaan pupuk. Di mana per­sisnya dan akan kami cek dulu dengan Dinas Pertanian setem­pat,” kata Suprapti kepada Rakyat Merdeka, kemarin.  [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya