ilustrasi, kereta api
ilustrasi, kereta api
“Kami membutuhkan sekiÂtar 500 orang setiap tahunnya dalam rangka memenuhi keÂbutuhan SDM di bidang perÂkeretaapian,†kata Menteri PerÂhubungan (Menhub) EE Mangindaan, kemarin.
Menurut dia, dengan praÂsaÂrana dan sarana yang maÂsih belum memadai seÂperti konÂdisi gedung yang masih baru dan belum dilengkapi deÂngan fasilitas yang lengÂkap, maka para pengelola diÂÂhaÂrapkan dapat mengÂanÂtisipasi itu suÂpaya tetap menÂjalankan keÂgiatan penÂdiÂdikan dengan baik.
Berdasarkan Rencana InÂduk Perkeretaapian Nasional, keÂbutuhan SDM bidang perÂkeÂÂretaapian hingga tahun 2030 diperkirakan membuÂtuhÂkan sekitar 1.720 orang di perkereÂtaapian bidang regulator seÂperti pada posisi perencana administrasi, penguji sarana, penguji prasarana dan inÂspekÂtur atau auditor.
Sedangkan untuk SDM operator dibutuhkan sekitar 78.740 orang antara lain unÂtuk mengisi posisi manajerial, operator sarana dan operator prasarana.
“Dengan kebutuhan yang tinggi, akademi perkeÂretaÂapiÂan mutlak dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan SDM perÂkeretaapian yang saÂngat tinggi,†jelas MangÂindaan.
Akademi Perkeretaapian diÂbangun di tanah seluas 18,13 hektar yang dihibahkan PemeÂrintah Kota (Pemkot) MaÂdiun kepada Badan PeÂngemÂbangan Sumber Daya Manusia PerhuÂbungan (BPSDM) KeÂmenÂterian Perhubungan (KemenÂhub) pada 2010.
KepalÂa Badan PengemÂbaÂngan SDM Kemenhub BobÂby R Mamahit mengaÂtakan, akaÂdemi perkeretaapian Madiun akan dibangun daÂlam enam tahap.
Menurutnya, tahap pertama pada 2011 telah dilakukan peÂkerjaan pematangan lahan, pembuatan pagar keliling dan pembangunan gedung rektoÂrat setinggi tiga lantai.
Sedangkan tahap kedua pada 2012 sedang berlangÂsung pembangunan gedung kelas, asrama, poliklinik, ruang makan dan laundry serta infrastruktur jalan (jalan parÂkir, listrik dan drainase).
Kemudian untuk tahap ketiga pada 2013 akan dibaÂngun stasiun simulasi, auditoÂrium, sport center dan jalur kereÂta api simulator yang meÂngelilingi kompleks akademi yang digunakan sebagai latiÂhan bagi para taruna.
Untuk berbagai tahapan selanjutnya yaitu tahap empat (2014) dan tahap lima (2015) serta tahap enam (2016) hanya tinggal melengkapi sejumlah fasilitas tambahan.
“Anggaran APBN senilai Rp 300 miliar telah dialokaÂsikan secara bertahap untuk masa empat tahun kerja di taÂhap pertama pembangunan,†jelas Bobby. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22