Kominfo
Kominfo
Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jusuf Rizal menÂdesak agar direksi Telkom saat ini menjelaskan secara terÂbuka baÂgaiÂmana proses penunÂjukÂan langÂÂsung termasuk uang muka proyek MPLIK ini senilai Rp 28,5 miliar.
“Mestinya Dirut Telkom Arif Yahya menjelaskan perÂsoalan ini agar tidak menimÂbulkan poleÂmik,†katanya di Jakarta, kemarin.
Dia menuturkan, sesuai konÂtrak dan amandemennya, kesuluÂruhan unit harus siap pra-operasi pada 26 Maret 2012 secara berÂtahap. NaÂmun, ternyata Telkom terlambat memenuhi deadline tersebut seÂhingga BUMN ini terÂkena sanksi dari Kominfo. “PaÂdaÂÂhal uang muÂka sekitar Rp 28,5 miliar itu suÂdah diberikan BP3TI Kominfo kepada TelÂkom,†ucap Rizal.
Dia melihat, proses penunjukan langsung kepada PT Geosys tanpa syarat-syarat yang memaÂdai. PY Geosys merupakan peruÂsahaan yang ditunjuk oleh manaÂjeÂmen Telkom untuk mengerjaÂkan proÂyek MPLIK. Padahal, khusus unÂtuk pelaksanaan proyek ini, seÂsuai peraturan internal TelÂkom, DiÂrekÂtur Enterprise dan WhoÂleÂsale (EWS) kala itu dinilai tidak puÂnya kewenangan transakÂsional.
Kewenangan dengan baÂtas makÂsimum transaksi sebesar Rp 25 miÂliar diberikan kepada unit bisÂnis Direktorat EWS, yakni EGM DiÂves. Kewenangan pengaÂdaan di atas Rp 25 miliar ada di tangan Dirut atau Direktur ProÂcurement.
“Kemudian, PT Geosys yang harusnya mengadakan mobil, kaÂroseri dan sistem MPLIK maÂlah bangkrut dan diambilalihÂkan keÂwajibannya ke PT X. Ini semua yang menyebabkan TelÂkom terÂlambat dalam pengaÂdaan MPÂLIK,†sambung Rizal.
Perihal pembentukan struktur konÂsorsium rekanan Telkom unÂtuk pengadaan MPLIK oleh Arief Yahya sendiri, kata Rizal, tidak dilaporkan atau berdasarÂkan keÂputusan rapat direksi Telkom yang kala itu dinahkoÂdai Rinaldi Firmansyah.
Sebelumnya persoalan ini suÂdah coba diklarifikasi Rakyat MerÂÂdeka kepada pihak Telkom. Namun, Arief Yahya tidak meresÂpons peÂsan pendek yang dikirimÂkan.
Head Corporate CommuniÂcaÂtion & Affair PT Telkom IndoneÂsia Slamet Riyadi sudah dikonfirÂmasi naÂmun belum terÂhubung. SebelÂumÂnya, dia meminta waktu untuk menÂg-cross-check inforÂmaÂsi yang diÂbutuhkan. Saat diÂsamÂbangi ke Kantor Telkom di Jakarta, resepÂsioÂnisnya meminta Rakyat MerÂÂdeka untuk janjian dulu sama piÂhak terkait.
“Pada intinya, kami sudah meÂÂnyelesaikan kewajiban kami (peÂngerjaan unit MPLIK). MaÂsaÂlah denda dan sebagainya, haÂrus saya cek dulu ke bagian yang menguÂrusinya. Silakan kirim perÂtanyaan yang diajuÂkan, nanti saya usahaÂkan menjaÂwab,†ucap Slamet.
Kepada Rakyat MerÂÂdeka, KeÂtua BP3TI Santoso Serat memÂÂbeÂnarÂkan surat teguran terÂsebut. Antara BP3TI dan TelÂkom, dia biÂlang, suÂdah sepaham soal keÂterÂlamÂbatan pengerjaan dan anÂcaÂman sanksi berupa denda. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22