Berita

PT Bumi Resources Tbk

Bisnis

Harga 10 Saham Bakrie Group Tertekan

Analis: Utang BUMI Perlu Diperjelas Ke Investor
SELASA, 25 SEPTEMBER 2012 | 08:25 WIB

Sebanyak 10 saham Ba­krie Group bertumbangan pada perda­gangan saham di Bursa Efek In­donesia (BEI) kemarin, menyu­sul aksi jual massif saham Bumi Plc di bursa London (London Stock Exchange) akhir pekan lalu.

“Saham Bumi Plc di London tu­run tajam, ini memberi dam­pak ne­­­gatif kepada anak usaha di lantai bursa,” ujar analis BNI Se­curities Viviet S Putri di Ja­karta, kemarin.

Hingga sesi pertama perda­ga­ngan di BEI kemarin, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tu­run Rp 60 (7,14 persen) men­jadi Rp 780 dari sebelumnya Rp 820, hal yang sama menimpa saham PT Ba­krieland Develop­ment Tbk (ELTY) turun Rp 5 (8,57 persen) menjadi Rp 54 dari Rp 59.

Berikutnya PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) turun Rp 5 (7,87 per­sen) menjadi Rp 81 dari se­be­lumnya Rp 89, di bidang perke­bunan saham PT Bakrie Suma­tera Plantations Tbk (UNSP) am­blas Rp 6 (4,11 persen) menjadi Rp 140 dari Rp 146.

Adapun saham kelompok afi­liasi Grup Bakrie di bidang kon­trak­tor energi PT Energi Mega Per­sada Tbk (ENRG) juga terge­rus Rp 4 (4,17 persen) menjadi Rp 92 dari sebelumnya Rp 96, sa­ham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) di sektor pertambangan batubara bercokol di dasar batas mi­nimal harga saham yakni Rp 50 dengan frekuensi 18 kali.

Begitu juga dengan induk usa­ha­nya, PT Bakrie & Brothers, yang pada perdagangan hari ini tidak ditransaksikan. Adapun sa­ham PT Berau Coal Energy Tbk  (BRAU) ter­gerus Rp 9 (4,39 persen) menjadi Rp 196 dari Rp 205, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tertekan Rp 40 (7,02 persen) menjadi Rp 530 dari se­be­lumnya Rp 570

Viviet mengungkapkan, pada per­dagangan Jumat (21/9), sa­ham Bumi Plc di bursa London ter­­gerus 21 persen men­jadi Rp 195,90 sen poundsterling dari po­sisi sebe­lumnya 250,10 sen pound­sterling. Penurunan ini meru­pakan level terendah se­pan­jang sejarah.

Dia mensinyalir, penurunan harga saham Bumi Plc juga tak le­pas dari membumbungnya utang anak usahanya, Bumi Re­sources, yang segera jatuh tempo. Utang ja­tuh tempo Bumi Re­sources ta­hun ini mencapai  638 juta dolar AS.

Sejumlah kabar menyebutkan, kejatuhan Bumi Plc karena tidak adanya kejelasan nasib penjualan Fajar Bumi Sakti yang diharap­kan mencapai 200 juta dolar AS untuk membayar sebagian kecil utang­nya.

Bumi Plc merupakan induk usaha Bumi Resources dan Berau Coal Energy yang dibentuk pada 28 Juni 2011 bersama Nathaniel Rothschild. Perusahaan ini me­ru­pakan salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia termasuk China, India dan Jepang. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya