Berita

ilustrasi

Bisnis

Duh, Kinerja Industri Tekstil Terjun Bebas

SENIN, 24 SEPTEMBER 2012 | 08:00 WIB

Asosiasi Pertekstilan Indo­nesia (API) memprediksi ki­nerja ekspor industri tekstil tahun depan akan terjun bebas karena terbebani kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan ke­naikan upah minimum pro­vinsi (UMP).

Ketua Umum API Ade Su­drajat mengatakan, kinerja eks­por Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) trennya terus me­nurun. Untuk tahun ini, nilai ek­spor TPT diproyek­sikan 12,58 mi­liar dolar AS atau anjlok 5 per­sen diban­ding realisasi ta­hun lalu 13,25 miliar dolar AS.

Padahal, sejak awal API me­nargetkan ekspor TPT tahun ini tumbuh 5 persen di­banding ta­hun lalu. Tetapi pi­haknya ha­rus merevisi target karena kondisi pasar ekspor yang belum pulih sehingga meng­gerus pemasar­an pro­duk.

“Tahun ini kondisi ekonomi global sangat meng­gerus pe­masaran produk eks­por. Alha­sil nilainya turun,” ujar Ade.

Berdasarkan data API, rea­lisasi nilai ekspor anjlok 6,1 persen dari 6,76 miliar do­lar AS menjadi 6,38 miliar dolar AS. Penurunan terbesar terjadi di pasar Eropa 9,6 persen, sed­angkan di pasar Amerika Se­rikat (AS) turun tipis 0,8 persen.

Ade menambahkan, penu­ru­nan ekspor tahun depan akan lebih besar lagi. Pasal­nya, se­lain kondisi pasar be­lum pulih betul, industri juga akan dibe­bani dengan ke­nai­kan TDL 15 persen dan ke­naikan UMP 6-11 persen tahun depan.

Menurutnya, listrik memili­ki kontribusi yang sangat be­sar dalam struktur biaya pro­duksi. Bagi industri serat, lis­trik memegang peranan 25 persen dari biaya produksi. Sedangkan peran listrik untuk industri pemintalan 18,5 per­sen dari biaya produksi dan tenun 14,4 persen.

“Hanya garmen yang biaya listrik untuk produksinya ren­dah 1,3 persen. Kenaikan 15 persen akan berdampak pada naiknya harga jual 10 per­sen,” jelas Ade.

Kondisi itu ditambah de­ngan terus menurunnya pasar produksi dalam negeri. Me­nurutnya, peningkatan pen­jualan tekstil di pasar do­mes­tik hanya sekitar 10 persen per tahun.

Pada 2010. API mencatat pang­sa industri dalam negeri di pasar domestik sudah men­capai 50 persen, sedang­kan pa­da 2011 angka tersebut an­jlok menjadi 42 persen.

“Kami prediksi tahun ini tidak akan beranjak dari 40 persen,” katanya.

Kondisi tersebut juga ber­dampak pada semakin terpu­ruknya daya saing Indonesia. Menurutnya, berdasarkan World Economic Forum (WEF), peringkat daya saing In­do­nesia 2012 turun di­banding 2011.

Menurut laporan WEF, pe­ringkat daya saing Indo­ne­sia berada di ranking 50 atau le­bih rendah dibanding 2011 pa­da urutan 46. “Karena itu ka­mi menolak kenai­kan TDL tahun depan,” ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya