Berita

Salman Rushdie/ist

Dunia

Salman Rushdie Luncurkan Buku Sambil Curhat

MINGGU, 23 SEPTEMBER 2012 | 15:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Selama 23 tahun bersembunyi dari fatwa hukuman mati yang dijatuhkan pemimpin Iran Ayatullah Khomeini, Salman Rusdhie kembali tampil ke publik saat menerbitkan sebuah memoar berjudul Joseph Anton: A Memoir.

Rushdie dijatuhi fatwa hukuman mati sejak 1989 oleh Ayatullah Khomeini karena menulis The Satanic Verses yang dinilai menghujat Islam, Nabi Muhammad, dan Al Quran.

Sejak fatwa itu dijatuhkan, Salman Rushdie selalu bersembunyi dan senantiasa dikawal oleh agen keamanan tak bebas bepergian, serta diminta polisi menggunakan satu nama kode untuk dirinya. Salah satu nama samaran yang ia pakai adalah Joseph Anton yang kemudian menjadi judul buku terbarunya itu.
 

 
Dalam tayangan CBS This Morning Saturday, sebagaimana dikutip CBS News (Minggu, 22/9), Salman Rushdie nampak memanfaatkan wawancara seputar penerbitan buku setebal 656 halaman yang dirilis oleh penerbit Random House pada 18 September 2012 itu dengan mencurahkan isi hatinya selama dalam masa persembunyian.

"Yang menjadi ketakutan adalah pemerintah Khomeini benar-benar memiliki pembunuh profesional. Anda semua pasti tahu siapa yang membunuh kaum oposisi di Iran dan bahkan di Eropa. Itu sudah sangat jelas dan ancaman memang nyata," kata Rushdie

Penulis kelahiran 19 Juni 1947 itu merasa risih karena selalu dilindungi oleh agen intelijen dan selalu menggunakan mobil berlapis baja.

"Saya seperti di penjara. Saya sulit berpergian ke mana-mana," keluh Rushdie.

Hingga saat ini, Rushdie masih terancam oleh fatwa yang berlaku selamanya itu. Terlebih lagi Khordad Foundation yang berbasis di Iran baru-baru ini telah menaikkan hadiah untuk membunuh Rushdie, yakni dari 500 ribu dolar AS menjadi 3,3 juta dolar AS.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya