Berita

ist

Dunia

India Berhasil Tolak Film Nabi Muhammad Tanpa Kekerasan

MINGGU, 23 SEPTEMBER 2012 | 11:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jika di negara Timur Tengah demontrasi menentang film anti Islam acapkali diwarnai aksi kekerasan, pemandangan berbeda nampak di India. Pasalnya, larangan cepat dari Pemerintah India agar tidak melakukan demontrasi yang menjurus tindak kekerasan ditaati rakyatnya dengan baik.

Meski kutukan terhadap film anti Islam yang dilakukan oleh pemimpin agama dan politik di India sangat kuat, namun para pemuka agama dan pemerintah juga memberikan pesan kuat kepada rakyatnya agar tidak menggunakan kekerasan dalam setiap aksinya.

“Kami telah menyampaikan kepada masyarakat, kami meminta mereka bahwa, walaupun kita semua merasa sakit dan terluka, tetapi cara terbaik untuk menunjukkan rasa sakit dan kemarahan itu bukan lewat emosi," ujar Asaduddin Owaisi, seorang anggota parlemen dari Hyderabad, kota di India bagian selatan yang memiliki jumlah penduduk Muslim yang besar, sebagaimana dikutip Voanews (Minggu, 23/9).


Rakyat India pun mampu memahami dengan baik setiap pesan yang diberikan para ulama, ilmuwan dan pemimpin politik. Sehingga aksi kekerasan dapat dicegah dengan baik juga.

Selain itu, para pemuka agama Islam di India juga memuji reaksi cepat pemerintah terhadap film anti Islam yang menghina Nabi Muhammad itu.  

Akses video itu lewat internet telah diblokir di India oleh Google lewat undang-undang yang melarang penyebaran “materi ofensif.”  Pemerintah India juga telah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk semua tindakan meremehkan keyakinan agama dan mengganggu sentimen keagamaan.[ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya