Berita

atma winata/ist

LINGKUNGAN HIDUP

Atma Winata: Dunia Menunggu Keberanian SBY Menekan AS dan China

MINGGU, 23 SEPTEMBER 2012 | 09:57 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Dalam kunjungan kerja dan lawatan ke Amerika Serikat kali ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mendapatkan dua penghargaan di bidang lingkungan hidup, yakni Valuing Nature Awards for Leadership in the Coral Triangle Initiative yang diberikan The Nature Conservancy, WRI & WWF dan USABC 21st Century Economic Achievement dari US-ASEAN Business Council.

Kedua penghargaan itu akan diberikan di New York dalam acara “Towards Environmental and Economics Suistainability yang diselenggarakan The Nature Conservacy, World Resources Institute (WRI), dan World Wildlife Fund (WWF).

Menurut anggota Tim Asistensi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Pengambilan Kebijakan, Atma Winata Nawawi, penghargaan tersebut diberikan karena Indonesia dinilai memiliki kontribusi dalam menyukseskan kesepakatan kerjasama dengan Norwegia yang bernilai 1 miliar dolar AS yang biasa dikenal sebagai Reducing Emission of Deforestation and Degradation (REDD+).

“Selain itu kiprah Pemerintah Indonesia di mata dunia dalam pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen sebagai target nasional juga menjadi faktor penting di balik penghargaan ini,” ujar Atma kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu pagi (23/9).

Selain itu, dia menambahkan, kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dalam pengelolaan limbah B3 dan non B3 dengan gerakan From Trash to Cash atau Dari Sampah Menjadi Rupiah juga mendorong munculnya usaha-usaha pemanfaat limbah sehingga beban alam untuk mengurai limbah menjadi berkurang.

Sehingga dunia internasional mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang postif, diikuti dengan pengelolaan lingkungan yang semakin baik.

“Hal ini patut menjadi kebanggaan bangsa dan negara, karena tidak lepas dari kerja keras semua stakeholder bangsa Indonesia, baik pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat umum," tambah Atma sambil mengingatkan pembicaraan tentang perubahan iklim tidak akan bisa lepas dari kebijakan global.

Di sisi lain, Wakil Sekjen Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) itu juga menyinggung keberadaan dua raksasa dunia, Amerika Serikat dan China, yang dewasa ini turut menyumbangkan faktor kerusakan alam terbesar di dunia. Dengan menolak menandatangani perjanjian Basel, kedua negara ini seperti melepaskan tanggung jawab pengelolaan dan perlindungan hidup kepada negara-negara berkembang.

Sebagai Ketua APEC, dimana Amerika Serikat dan China berada di dalamnya, Indonesia seharusnya dapat menekan kedua negara tersebut untuk mengurangi emisi karbon dari industrinya, dan menekan penggunaan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

“Kebijakan ini tentunya menuntut keberanian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam berbicara di forum internasional. Sebagian besar negara di dunia menunggu sikap Indonesia,” masih kata Atma yang juga Ketua Pemuda Indonesia Mandiri ini.

“Tentunya kita semua rakyat Indonesia mendukung keberanian sikap tersebut, agar tercipta lingkungan hidup yang layak bagi masa depan manusia,” demikian Atma. [guh]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya