Kementerian BUMN
Kementerian BUMN
Kementerian BUMN mesti all out dalam memperjuangkan penjualan saham BUMN. Selain membuat kinerja perusahaan terÂsebut transparan, dengan Intial Public Offering (IPO), maka kiÂnerja BUMN dituntut untuk terus lebih baik. Agar bisa selalu diliÂrik investor dan mudah mencari penÂdanaan di pasar modal.
Ketua Komite Nasional Bidang Kebijakan Governance (KNKG) Mas Achmad Daniri berpendapat, BUMN memang seharusnya menÂjadi motor penggerak Bursa mengingat jumlahnya yang baÂnyak. Dia menilai, BUMN yang suÂdah siap untuk IPO seharusnya langsung didorong untuk melepas sebagian sahamnya ke publik.
Untuk mengembangÂkan pasar modal Indonesia, tidak hanya BUMN yang didorong unÂtuk IPO, namun juga perusaÂhaan swasta. Pasalnya, aturan di BUMN lebih kompleks dibanÂding perusahaan swasta.
“Ada delapan Undang-UnÂdang (UU) yang harus diikuti BUMN, seÂdangkan swasta haÂnya UU PT,†ujar Daniri.
Dalam IPO juga peran politisi tidak bisa disepelekan. Sebab, proÂses IPO BUMN masuk ranah kebijakan Menteri BUMN (peÂmeÂrintah), maka perlu perseÂtuÂjuan DPR. Ironisnya, seperti diÂkeÂmuÂkakan bekas Sekretaris MenÂÂteri BUMN Said Didu, pengÂeÂtahuan anggota dewan ini berÂbeda-beda. Sehingga respons mereka terhaÂdap rencana penjuaÂlan saham peÂruÂsahaan pelat merah juga berÂbeda-beda. Dalam kondisi inilah diÂperlukan lobi politik.
Said menegaskan, seorang peÂmimpin BUMN harus berani terÂjun ke dunia politik karena aksi korporasi di BUMN banyak yang berhubungan dengan politik.
“KaÂlau saya bilang ini adalah haÂrus mengintensifkan komuniÂkasi antar lembaga. Karena meÂmang kalau jadi pemimpin BUMN itu membutuhkan proses politik, kita harus mengikuti proÂses politik,†jelas Said.
Said tidak menyebutkan secara gamblang kalau Dahlan adalah orang yang alergi dengan dunia poliÂtik. Namun, lanjut dia, seÂhaÂrusÂnya siapapun yang memimpin BUMN tidak bisa menghindari politik. “BUMN terkait dengan politik, bukan menteri saja. SeÂmua pejabat kementerian terkait dengan politik,†jelasnya.
Said menceritakan, dulu waktu dirinya menjabat di BUMN, dia sering melakukan tawaf dan sa’i di politik. Dan untuk mensuksesÂkan aksi korporasi yang berkaitan dengan politik, seyogyanya pejaÂbat BUMN juga melakukan hal yang sama. “Di BUMN harus tawaf dan sa’i di politik, tidak harus menÂteri, aparatnya juga,†tegasnya.
Said melanjutkan, proses korÂporasi membutuhkan proses poÂlitik. Seperti proses privatisasi, penyertaan modal negara, konÂversi utang. “Jadi tidak mungÂkin menghindari,†katanya.
Sebelumnya, Dahlan mengaku menyerah untuk melakukan IPO BUMN paÂda tahun ini.
Pengamat ekonomi Muslimin Anwar mengatakan, IPO peruÂsahaan-perusahaan BUMN penÂting untuk meningkatkan efiÂsiensi perusahaan. Menurutnya, saat ini masih banyak pihak yang menilai perusahan-perusahaan BUMN belum efisien.
Muslimin menduga, sulitnya perizinan melakukan IPO BUMN dari DPR akibat dari pelaksanaan IPO BUMN sebelumnya. MenuÂrutnya, kemungkinan ada kekhaÂwatiran dari wakil rakyat di SeÂnaÂÂyan akan terulang kembali kekeÂliruan dalam pelaksanaan IPO BUMN sebelumnya.
Anggota Komisi XI DPR BiÂdang Perbankan dan Keuangan Arif Budimanta meminta pemeÂrintah membuat aturan khusus soal penawaran saÂham perdana IPO BUMN. TeruÂtama, aturan yang terkait penjaÂtahan saham melalui underwriter. Tujuannya, untuk mencegah penÂjatahan saham ke pihak-pihak tertentu.
Hal ini sekaligus untuk menÂcegah terulangnya dugaan penÂjaÂtahan saham-saham BUMN ke kalangan elite. Contohnya IPO PT Krakatau Steel (KS) yang sempat ramai diberitakan. Ada duÂgaan, saham KS mengalir ke peÂjaÂbat dan elite politik. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22