Berita

ilustrasi, bumn

Bisnis

BUMN Ogah Masuk Bursa Karena Takut Ketahuan Busuknya

MINGGU, 23 SEPTEMBER 2012 | 08:18 WIB

Ternyata tidak semua BUMN mau menjual saham perdana di pasar modal. Bursa Efek Indonesia (BEI) memandang, masih minimnya jumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mencatatkan sahamnya di papan bursa, me­nun­jukkan masih lemahnya peran Pemerintah dalam mendukung pertumbuhan pasar modal di tanah air.

Lemahnya willingness atau keinginan dari Pemerintah untuk meng-IPO-kan BUMN dinilai sebagai biang keladi terjadi­nya hal tersebut. Padahal, dari BUMN sendiri sudah menyatakan kesediaannya kepada bursa untuk segera IPO.

“Kalau kita bicara dengan BUMN-BUMN, mereka sudah me­la­­­kukan pengajuan ke Pemerintah. Karena yang namanya milik negara, ya tentu harus lewat negara kan. Nah, proses ter­sebut kemudian macet di Peme­rintah. Jadi bisa dikatakan, pemerintah tidak mau IPO-kan BUMN,” ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito di Gedung BEI Jakarta, Kamis (13/9).

Pertimbangannya, lanjut Ito, bisa jadi banyak faktor. Pasal­nya, untuk dapat dilakukan IPO, aktivitas perusahaan menjadi harus sangat transparan terutama dari segi permodalan dan sirkulasi keuangan.

Ito berpendapat, perlu adanya dukungan mutlak dari Peme­rintah untuk mendukung pertum­buhan pasar modal Indonesia. “Kalau memang menganggap indeks saham sebagai indi­kasi pere­konomian kita, maka perbanyaklah IPO BUMN. Apa m­ereka (perusahaan BUMN), takut transparan?” tukas Ito.

Pengamat pasar modal David Ferdinandus mengatakan, salah satu poin positif dari IPO perusahaan BUMN adalah turut mengi­kutsertakan masyarakat dalam pengelolaan perusahaan. Me­nurut­nya, melalui kepemilikan saham langsung oleh masya­rakat kon­trol publik perusahaan akan lebih transparan.

“Peru­sahaan BUMN yang IPO juga lebih mudah di­kontrol penge­lolaan­nya. Sebab, perusahaan publik diwajibkan mengu­mumkan laporan secara berkala kepada publik,” kata David.

Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai, pentingnya laporan ke­uangan yang dimiliki perusahaan-perusahaan BUMN dipa­parkan ke publik.

“Akan sangat bagus karena penilaiannya pun akan sangat terbuka,” ungkap Dahlan.

Tahun ini pemerintah berencana akan melak­sanakan IPO lima perusahaan BUMN, yakni PT Semen Baturaja, PT Waskita Karya, PT Pertamina Drilling Services, PT GMF AeroAsia dan PT PLN Batam. Namun, rencana itu diganjal DPR.  [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya