Berita

ist

Dunia

AS Rilis 55 Tahanan Guantanamo yang Akan Dipindahkan

SABTU, 22 SEPTEMBER 2012 | 13:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat merilis nama 55 tahanan dari penjara Guantanamo yang akan dipindahkan ke negara lain. Pengumuman ini tentu sangat mengejutkan bagi beberapa organisasi pemerhati HAM yang mengawasi kondisi tahanan Guantanamo.

Pasalnya, pengumuman ini berbanding terbalik dari keputusan Pemerintah AS pada 2009 lalu. Para pemerhati HAM pun menilai ini sebagai sebuah perkembangan yang positif.

"Kami tidak mengharapkan hal ini. Ini adalah perkembangan yang penting," tutur pengacara the Center for Constitutional Rights, Omar Farah, sebagaimana dikutip Associated Press, Sabtu (22/9).


Farah menambahkan bahwa keputusan Pemerintah AS ini bisa membantu pekerjaan para pengacara yang mewakili tahanan di dalam penjara itu.

"Saat ini kami bisa secara terbuka mengadvokasikan kebebasan bagi klien kami dengan menyebut nama mereka," lanjut Farah.

Namun demikian keputusan yang baru ini, bukan berarti membuktikan bahwa para tahanan tersebut tidak bersalah atas tuduhan teroris yang pada umumnya didakwakan kepada mereka.

Sementara itu, pengacara Zachary Katznelson menilai 55 tahanan yang akan dipindahkan tersebut seharusnya dibebaskan dari segala tuduhan.

Pada 2009 lalu, utusan khusus bagi Penjara Guantanamo, Duta Besar Daniel Fried menilai penting untuk tetap merahasiakan identitas dari para tahanan. Namun dengan keputusan pemindahan ini, identitas para tahanan dipastikan tidak perlu lagi ditutup.

Hingga saat ini tercatat dari 167 orang yang telah menjadi tahanan di penjara Guantanamo, Kuba, sebanyak 40 tahanan sudah dipindahkan ke beberapa negara dan 28 lainnya dipulangkan ke negara asalnya sejak 2009 lalu.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya