Berita

Perluas Pasar UKM Ke Benua Afrika, Kemenkop Jadikan Negara Seychelles Pintu Masuk

JUMAT, 21 SEPTEMBER 2012 | 13:35 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Kementerian Koperasi dan UKM mencoba memperluas pasar UKM ke Benua Afrika melalui optimalisasi kerja sama FORSEAA (Forum of Small Medium Enterprise Africa ASEAN).

“Afrika merupakan salah satu alternatif pasar ekspor yang potensial khususnya untuk produk kerajinan tangan dan garmen,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan, di Jakarta, Jumat, dalam acara Breakfast Meeting dengan perwakilan dari negara-negara Afrika.

Menurut Menkop, untuk masuk ke pasar itu, pemerintah (Kemenkop dan UKM) harus melakukan diversifikasi pasar karena Eropa dan Amerika sedang krisis, di samping ekonomi China juga sedang mengalami perlambatan.


"Kita dorong UKM mencari market baru salah satunya masuk pasar ekspor Afrika. Kita akan fasilitasi roadshow untuk mereka," katanya.

Sebagai langkah awal, kata Syarief, pihaknya akan menjadikan Republik Seychelles sebagai pintu masuk untuk seluruh pasar di Afrika.

Syarief menilai Seychelles sebagai negara kepulauan yang sangat potensial dengan 115 pulai dan berada di 1.500 km di sebelah timur Afrika.  Negara itu berpopulasi 86.525 penduduk dan maju di sektor pariwisata dengan tingkat kunjungan lebih dari 600.000 turis asing pertahun.

Menteri menambahkan, kerja sama FORSEAA akan meliputi kerja sama pertukaran pengalaman kebijakan dalam hal koperasi dan UKM, pengembangan sumber daya manusia, pengembangan pasar bersama, investasi bersama, pendukungan kebijakan untuk kerja sama bisnis antara ASEAN dan Afrika.

Di tempat yang sama, Honorary Consul Republik Seychelles, Nico Barito, mengatakan, pembentukan pusat bisnis UKM di Seychelles meskipun merupakan negara kecil di Afrika akan memberikan akses pasar UKM secara internasional.

"Ini terutama untuk menarik perluasan pasar melalui jaringan pariwisata dari seluruh dunia," katanya.

Insentif pajak dan hubungan yang sangat baik dengan Eropa akan mendatangkan keuntungan tersendiri bagi negara manapun yang bekerja sama dengan Seychelles.

"Perkembangan UKM antara Seycelles dan Indonesia melalui Afrika-ASEAN merupakan bentuk sistem ekonomi yang terkait dengan produsen dan konsumer untuk menyelesaikan masalah kemiskinan dengan mengikutsertakan jaringan langsung distribusi barang dan jasa," katanya. [dzk]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya