Berita

ilustrasi/ist

Warga Aceh Timur Adukan Perusahaan Tambang Australia ke Komnas HAM

JUMAT, 21 SEPTEMBER 2012 | 13:35 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Lagi-lagi pertambangan milik asing bikin ulah di Indonesia dan mengusik kedamaian warga setempat.

Hari ini (Jumat, 21/9), warga Aceh Timur mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyusul adanya tindak pelanggaran HAM yang dilakukan oleh perusahaan tambang minyak dan gas asal Australia, PT Triangle Pase Inc di Dusun Sijuk, Kecamatan Pante, Kabupaten Aceh Timur, NAD.

Perusahaan yang dilaporkan itu sebenarnya sudah habis masa kontraknya sejak 23 Februari 2012.


Kepada Wakil Ketua Komnas HAM, Ridha Shaleh, tokoh masyarakat Aceh Timur, Terpiadi A Madjid, menjelaskan, perpanjangan kontrak oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan BP Migas itu tanpa melibatkan pemerintah daerah setempat dan warga,

"Lingkungan dan tatanan budaya, serta adat istiadat kami rusak dirusak mereka (perusahaan)," kata Terpiadi, dalam rilis pers yang dikirimkan siang ini (Jumat, 21/9).

Dari penyelidikan warga, perusahaan itu sudah bankrut di bursa saham Australia. Namun, mereka tetap menambang gas yang hasilnya untuk membayar utang-utang mereka. Bagi warga Aceh Timur, terhitung sejak 23 Februari 2012 sampai sekarang, perusahaan itu sudah ilegal melakukan penambangan. Diduga, gas yang diambil perusahaan itu sudah mencapai sembilan kubik feet.

"Kami tidak mau sumber daya alam kami dimanfaatkan oleh mereka. Dikemanakan hasil penambangan selama enam bulan itu," gugat dia.

Perusakan lingkungan yang diakibatkan perusahaan Austalia itu salah satunya adalah pencemaran air minum yang merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat. Ditambahkan, perusahaan asing itu juga bertindak arogan dan eksklusif dengan mengambil kekayaan alam di tanah rakyat Indonesia cuma untuk kepentingan mereka tanpa mengabaikan hak-hak warga setempat.
     
"Mereka hidup dalam keadaan listrik yang terang benderang dari hasil bumi kami, sementara kami hidup dalam keadaan gelap gulita di atas kekayaan sumber daya alam yang melimpah," lanjutnya.

Kuasa hukum warga, Syamsu Djalal, menyatakan, seharusnya penambangan gas di daerah itu dihentikan dahulu sampai semunya jelas. Kalau tetap beroperasi maka dikhawatirkan akan terjadi keresahan di masyarakat.

Wakil Ketua Komnas HAM, Ridha Saleh, sudah merencanakan untuk memanggil Menteri ESDM pekan depan.
    
"Di sini ada kejanggalan, adanya perpanjangan penambangan tanpa ada persetujuan dari pemerintah daerah setempat. Termasuk perusahaannya akan kita panggil juga," jelas Ridha. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya