ilustrasi, korupsi
ilustrasi, korupsi
Peneliti dari Pemantau PeÂlakÂsaÂÂnaan Otonomi Daerah (KPÂPOD) Ratnawati Muyanto meneÂgaskan, anggaran yang diÂsediaÂkan oleh pemerintah untuk memÂbangun infrstruktur banyak yang dikorupsi. Karena itu, meski jumÂÂlah angÂgarannya naik, tapi kuaÂlitas infraÂstruktur tetap buruk.
Berdasarkan hasil penelitianÂnya, pada 2007 hingÂga 2010 inÂdeks tata daerah, kenÂdala yang meningkat yakni inÂfrastruktur. Dikatakan, semakin tinggi tingÂkat korupsi, maka semakin tingÂgi beÂlanja pemerintah di biÂdang infraÂstruktur.
Korupsi di daerah, lanjut dia, terjadi lebih karena penyalahÂguÂnaan belanja publik daripada peÂnerimaan dari sisi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah.
Menurut RatnaÂwati, ada dua model yang menunÂjÂukkan pengaÂruh korupsi terhaÂdap kualitas inÂfrastruktur jalan di daerah. MoÂdel pertama, korupsi cenderung menambah anggaran belanja infrastruktur pemerintah daerah lantaran kontraktor proÂyek meÂmasukkan biaya yang telah diÂgelembungkan (mark-up) dalam hitungan bisnisnya.
“Akibatnya, terlihat pada buÂrukÂnya kualitas jalan yang diÂbaÂngun. Padahal, infrastruktur itu di gunakan untuk jangka waktu lama. Karena biayanya diÂkorup, kualitas jalanÂnya tidak bisa berÂtahan lama. Tentu ini ada kaitanÂnya,†beber Ratnawati kepada wartawan di Jakarta, kemarin.
Model kedua, lanjut RatnawaÂti, korupÂsi bisa mengÂÂakibatkan turunnya peÂneriÂmaan negara atau daerah. Hal ini terjadi pada kasus penyalahÂguÂnaan pendaÂpaÂtÂÂan negara atau daeÂrah seperti korupsi pajak daeÂrah, penggelaÂpan retribusi, atau peÂnyalahguÂnaan dana transfer puÂÂsat. KoÂrupÂsi anggaran itu juga terÂjadi akibat lemahnya pengaÂwaÂsan administrasi birokrasi.
Untuk itu, pihaknya menyaÂranÂÂkan peningkatan pengawasan akÂtif oleh organisasi masyarakat siÂpil, termasuk dalam pelaksaÂnaÂan proyek infrastruktur.
Sementara pihak KementeÂrian Pekerjaan Umum (PU) tetap ingin mengajuÂkan tambahan anggaran. KemenÂteÂrian ini minta tambahan anggaran sebesar Rp 20,3 triliun dalam pagu RancaÂngan AnggarÂan Pendapatan BeÂlanja Negara (RAPBN) 2013. DaÂlam RAPBN 2013, Kementerian PU mendapat alokasi dana Rp 69,1 triÂliun. DeÂngan usuÂlan penambahan tadi, maka menjadi Rp 89,4 triÂliun.
“Alokasi anggaran ini untuk pembangunan infrastruktur daÂlam rangka memÂperkuat perekoÂnomian domesÂtik,†kata Menteri PU Djoko Kirmanto.
Menurut catatan Kementerian PU, tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan pada tujuh sekÂtor, yakni Bina Marga, Cipta KarÂya, Sumber Daya Air, PenaÂtaan Ruang, Pembinaan KonsÂtrukÂsi, Penelitian PengembaÂngan dan Internal. Menurut Djoko, DirekÂtorat Jenderal Bina Marga meÂminta tambahan dana sebesar Rp 7,94 triliun.
Penambahan dana ini akan diÂgunakan untuk pemÂbangunan jalan sepanjang 840 kilometer di daerah perbatasan atau terpencil. “Selain itu, dana tersebut dialoÂkasikan untuk memÂbangun 718 meter flyover,†jelas Djoko. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22