PT MaÂtaÂhari Putra Prima Tbk (MPPA)
PT MaÂtaÂhari Putra Prima Tbk (MPPA)
Direktur Komunikasi PeruÂsaÂhaan MPPA Danny KoÂjongian mengatakan, penjualan aset dan bisnis inti tersebut akan memÂbuat perÂseroan semakin foÂkus dan mengÂÂintensifikasi perÂtumÂbuhan HyperÂmart sebagai bisnis inti. IntenÂÂsifikasi tersebut meliputi eksÂpansi gerai baru lebih agresif, dan peningkatan kinerja gerai yang telah beroperasi deÂngan diÂÂduÂkung oleh strategi proÂmosi dan distriÂbusi semakin baik.
“PenÂjualan bisnis non inti terÂseÂÂbut pun tidak akan mempeÂngaÂruhi perseroan karena kontriÂbusi masih kecil,†ujar Danny dalam keÂÂterbuÂkaÂan di BurÂsa Efek IndoÂneÂsia (BEI) di JaÂkarta, kemarin.
Sementara Fund MaÂnaÂger SinarÂmas Asset Management Jeff Tan meÂnilai penjualan aset dan bisÂnis non inti tak akan meÂmpeÂngaÂruhi kinerja MPPA, karena perseroan memiliki pangsa pasar yang masih besar.
“Hypermart dan Foodmart meÂrupakan sektor yang bagus dan kebal terÂhadap berbagai guncaÂngÂÂan, terÂmasuk krisis gloÂbal,†ujar Jeff di Jakarta, kemarin.
Persaingan di industri itu juga tidak terlalu ketat. Menurut Jeff, kompetitor terdekat HyperÂmart tiÂdak banyak. Selain itu, penÂÂjualÂan aset dan bisnis non inti akan meÂmudahkan MPPA menjual saÂhamÂnya kepada investor asing.
Jeff menduga, perÂseroan puÂnya renÂcana jangka panjang untuk menÂÂjual sahamnya ke investor. “MungÂkin saja HyÂperÂmart baÂnyak diincar investor asing. SeÂbab, tak seÂdikit pemodal asing yang ingin masuk ke bisnis ritel,†ujarnya.
Lebih lanjut Lina mengatakan, dana hasil penjualan bisnis non inti kepada PT Multipolar Tbk (MLPL) sebagian akan diÂgunaÂkan untuk melunasi sebaÂgian utang. Sebagian dana yang akan diterima perseroan dari hasil peÂlaksanaan renÂcana tranÂsaksi seÂkitar Rp 2,4 triliun. Dana itu akan dicaÂdangkan untuk memÂbaÂyar seluÂruh atau seÂbagian pinÂjaÂman perseroan terÂhaÂdap kreditur bank, dan pemeÂgang obliÂgasi serta suÂkuk ijarah perÂseroan.
Informasi dari kalangan pelaku paÂsar menyebutkan, dana optimaÂlisasi aset mencapai Rp 6,1 triÂliun. Dana itu, oleh pemilik MPPA akan dialokasikan untuk peÂnyisihan modal kerja HyperÂmart dan food division serta diÂdistribusikan keÂpada peÂmegang saham dalam benÂtuk dividen. Nilai dividen itu sebeÂsar Rp 636 per saham. Atau jika ditotal disÂtriÂbusi ke pemeÂgang saham Rp 3,4 triliun. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22