Berita

PT Ma­ta­hari Putra Prima Tbk (MPPA)

Bisnis

Matahari Lunasi Utang & Bagi Dividen Rp 3,4 T

Hasil Pelepasan Aset Non Inti Segera Dioptimalkan
KAMIS, 20 SEPTEMBER 2012 | 08:20 WIB

.Emiten perusahaan ritel  PT Ma­ta­hari Putra Prima Tbk (MPPA) segera melunasi utang pin­jaman bank dan obligasi sekitar kurang dari Rp 2,4 triliun dari penjualan aset atau bisnis non inti seperti res­toran, toko buku dan lainnya. Lang­kah pen­jualan divestasi ter­sebut juga dila­kukan agar perse­roan fokus pada bisnis inti.

Direktur Komunikasi Peru­sa­haan MPPA Danny Ko­jongian mengatakan, penjualan aset dan bisnis inti tersebut akan mem­buat per­seroan semakin fo­kus dan meng­­intensifikasi per­tum­buhan Hyper­mart sebagai bisnis inti. Inten­­sifikasi tersebut meliputi eks­pansi gerai baru lebih agresif,  dan peningkatan kinerja gerai yang telah beroperasi de­ngan di­­du­kung oleh strategi pro­mosi dan distri­busi semakin baik.

“Pen­jualan bisnis non inti ter­se­­but pun tidak akan mempe­nga­ruhi perseroan karena kontri­busi masih kecil,” ujar Danny dalam ke­­terbu­ka­an di Bur­sa Efek Indo­ne­sia (BEI) di Ja­karta, kemarin.

Sementara Fund Ma­na­ger Sinar­mas Asset Management Jeff Tan me­nilai penjualan aset dan bis­nis non inti tak akan me­mpe­nga­ruhi kinerja MPPA, karena perseroan memiliki pangsa pasar yang masih besar.

“Hypermart dan Foodmart me­rupakan sektor yang bagus dan kebal ter­hadap berbagai gunca­ng­­an, ter­masuk krisis glo­bal,” ujar Jeff di Jakarta, kemarin.

 Persaingan di industri itu juga tidak terlalu ketat. Menurut Jeff, kompetitor terdekat Hyper­mart ti­dak banyak. Selain itu, pen­­jual­an aset dan bisnis non inti akan me­mudahkan MPPA menjual sa­ham­nya kepada investor asing.

Jeff menduga, per­seroan pu­nya ren­cana jangka panjang untuk men­­jual sahamnya ke investor.  “Mung­kin saja Hy­per­mart ba­nyak diincar investor asing. Se­bab, tak se­dikit pemodal asing yang ingin masuk ke bisnis ritel,” ujarnya.

Lebih lanjut Lina mengatakan, dana hasil penjualan bisnis non inti kepada PT Multipolar Tbk (MLPL) sebagian akan di­guna­kan untuk melunasi seba­gian utang. Sebagian dana yang akan diterima perseroan dari hasil pe­laksanaan ren­cana tran­saksi  se­kitar Rp 2,4 triliun. Dana itu akan dica­dangkan untuk mem­ba­yar selu­ruh atau se­bagian pin­ja­man perseroan ter­ha­dap kreditur bank, dan peme­gang obli­gasi serta su­kuk ijarah per­seroan.

Informasi dari kalangan pelaku pa­sar menyebutkan, dana optima­lisasi aset mencapai Rp 6,1 tri­liun. Dana itu, oleh pemilik MPPA akan dialokasikan untuk pe­nyisihan modal kerja Hyper­mart dan food division serta di­distribusikan ke­pada pe­megang saham dalam ben­tuk dividen. Nilai dividen itu sebe­sar Rp 636 per saham. Atau jika ditotal dis­tri­busi ke peme­gang saham Rp 3,4 triliun. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya