ilustrasi, rusunawa
ilustrasi, rusunawa
30 lantai di Bantaran Kali Ciliwung. Proyek rusunawa ini akan dialihkan ke proyek rumah susun (rusun) lainnya tahun ini.
Mandeknya sejumlah progÂram perumahan ini kabarnya, kaÂrena Menteri Perumahan Rakyat (MenÂpera) Djan Faridz lebih diÂÂsiÂbukkan pada urusan Pilkada DKI Jakarta diÂbandingkan meÂnguÂrusi perumahan.
Deputi Bidang Perumahan ForÂmal Kemenpera Paul MarÂpaung mengatakan, revisi proyek rusuÂnawa ini dikarenakan belum adaÂÂnya payung hukum, yakni KeÂpuÂtusan Presiden (Keppres) serta perÂsetujuan anggaran dari KeÂmenÂterian Keuangan (KeÂmenÂkeu), bukan karena hal lain.
Dia berharap, September ini peÂmerintah bisa merampungÂkan payung hukum tersebut, sehingÂga proyek rusunawa CiÂliwung biÂsa direalisasikan paÂda 2013. PaÂdahal, sebelumnya ruÂsun ini diÂcanangkan terlakÂsana tahun ini.
“Kami masih menunggu KepÂpres dan penambahan anggaran. Revisi ini akan dialihkan ke progÂÂram rusun lain untuk memÂbantu dan mengurangi jumlah backlog (kekuarangan) rumah,†ujar MarÂÂpaung saat dihubungi RakÂyat Merdeka, kemarin.
Untuk membangun proyek ruÂsunawa Ciliwung, Kemenpera rencananya tak melibatkan DiÂrekÂtorat Jenderal (Ditjen) Cipta karÂya Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kemenpera siap membangun 12 tower dari 44 tower rusunawa yang direnÂcanakan sebelumnya.
“Tak ada koordinasi dengan CipÂta Karya PU, tapi tetap meÂngacu pada Peraturan Menteri KeÂmenÂterian PU Nomor 5 tahun 2007 soal Pedoman Teknis PemÂÂbaÂnguÂnan Rumah Susun SeÂderhana BerÂtingkat Tinggi,†jelas Marpaung.
Menurut Marpaung, keÂmenÂteriannya optimistis, rusunawa CiÂliwung akan rampung pada 2014. Saat ini sudah tersedia laÂhan sekitar 7 hektare (ha) dari total lahan 20 ha yang dibutuhÂkan dan siap untuk dibangun 12 tower lebih dulu.
Sebelum dibangun, katanya, KeÂmenpera harus berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta. “Kami masih menunggu perÂseÂtujuan dari Pemprov DKI unÂtuk menÂdapat Izin Mendirikan BaÂngunan (IMB). Diharapkan, seÂmua bisa diselesaikan sesuai renÂÂcana,†kata Marpaung.
Terkait anggaran proyeknya, Marpaung mengatakan, dari 12 tower tersebut akan mengguÂnaÂkan dana yang telah dialoÂkaÂsiÂkan pemerintah sebesar Rp 600 miÂliar. Sisanya akan diÂbaÂngun pada 2013 dan 2014.
“Tidak semua tower terdiri dari 30 lantai. Hanya dua tower saja yang punya 30 lantai. SiÂsanya, 15-24 lantai,†jelasnya.
Wakil Ketua Komisi V DPR bidang Perumahan Muhidin MoÂhammad Said mengatakan, progÂram ini masih memiliki baÂnyak perÂsoalan. Antara lain terÂkait soÂsialisasi, lahan, izin, paÂyung hukum untuk pembangunÂan di sekitar lokasi dan biaya.
“Kalau untuk tahun ini direÂaÂlisasikan sudah tidak mungkin, karena anggaran yang tersisa tidak cukup untuk membangun rusunawa. Revisi program rusuÂnaÂwa dianggap tepat. Namun revisi itu belum jelas juga seperti apa progress-nya,†tanya Muhidin.
Wakil Ketua Komisi V DPR Mulyadi menambahkan, proyek rusunawa Ciliwung sebaiknya dialihkan ke proyek rusun, sambil meÂnunggu persetujuan anggaran dari Kemenkeu. “Sebab, anggarÂan yang ada saat ini tidak mencuÂkupi membangun proyek terseÂbut,†kata Mulyadi. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22