ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
“Kita masih target pertumÂbuÂhan awal dan belum ada peruÂbaÂhan,†ujar Benny kepada Rakyat Merdeka di DPR, kemarin.
Untuk diketahui, pemerintah menaikkan TDL 15 persen per Januari 2013. Kenaikan ini berÂlaku untuk golongan 900 Volt Ampere (VA) ke atas.
Namun, saat ini pihaknya juga sedang menghitung dampak keÂnaikan itu. Tapi hingga kini beÂlum ada rencana perubahan tarÂget. Kemenperin menargetkan perÂtumbuhan industri makanan dan minuman tahun depan di atas 10 persen.
Gabungan Pengusaha MakaÂnan dan Minuman Indonesia (GaÂpmmi) menargetkan industri makanan dan minuman hingga akhir tahun tumbuh 8-10 persen pada tahun 2012.
“Angka ini leÂbih besar dibanÂding pertumÂbuhan tahun 2011 yang mencapai 7-8 persen,†kata Ketua Umum GapÂmmi Adhi Lukman di Jakarta, kemarin.
Adhi menyatakan, kenaikan TDL 15 persen tahun depan akan memberatkan pengusaha makaÂnan dan minuman. Kondisi ini berÂpotensi menaikkan harga baÂhan pokok untuk industri 2 perÂsen. Karena itu, dia meminta peÂmerintah mengkajinya lagi.
Sekjen Gappmi Franky SibaÂrani mengatakan, tahun depan akan terjadi lonjakan produksi seÂiring membaiknya iklim usaÂha tahun ini. Dia optimis target inÂvestasi baru Rp 38 triliun taÂhun ini bisa dicapai, dipicu oleh peningkatan inÂvestasi asing.
“Kami yakin investasi pada 2012 akan terus tumbuh hingga 8 persen dibanding periode tahun sebelumnya,†katanya.
Berdasarkan riset Kantar World Panel Indonesia diseÂbutÂkan, sepanjang tahun 2011 proÂduk makanan dan minuman menÂjadi barang konsumsi haÂrian yang paling banyak dibeli oleh konsumen, yaitu 81 persen diÂsusul produk Personal Care seÂbanyak 10,6 persen dan proÂduk Home Care sebanyak 8,4 persen.
Sektor makanan dan minuman ini meliputi antara lain beras 25,4 persen, mie instan 8,2 persen, minyak goreng 7,5 persen dan gula 6,3 persen.
Survei ini dilakukan terhadap 7.000 rumah tangga di kota-kota besar dan pedesaan di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi dengan rincian 5.540 rumah tangga di perkotaan dan 1.460 rumah tangga di desa.
Temuan di lapangan menunÂjukkan 20 kategori teratas pilihÂan konsumen tahun lalu, 13 proÂduk yang menjadi pilihan konÂsumen didominasi konsumsi proÂduk makanan dan minuman. Bahkan 4 produk di antaranya menguasai setengah dari alokasi dana mereka.
Direktur LinkQ Project Asia Jenny Hall mengatakan, antuÂsiasme masyarakat untuk produk sehat pada kategori makanan di Indonesia masih sangat rendah. Ini merupakan kesempatan bagi produsen untuk membuat produk yang lebih sehat. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22