Berita

sby/rmol

Sayembara Tangkap SBY Diduga Terkait Sparatisme Papua

RABU, 19 SEPTEMBER 2012 | 21:20 WIB | LAPORAN:

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman tidak aneh adanya sayembara penangkapan Presiden SBY dengan imbalan hadiah 80 ribu dolar AS oleh aktivis The West Papua Advocacy (TWPA).

"Itu kan memang ada aktivis-aktivis Papua yang tinggal di luar negeri. Mereka menjalin komunikasi dengan orang-orang baik dengan yang ada di partai politik dan yang konsen dengan hak asasi manusia. Mereka memberikan pemberitaan-pemberitaan yang tidak tepat," ucap dia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/9).

Tentu, lanjut dia, apa yang berkembang di luar negeri, khususnya terkait sayembara itu, harus jadi tantangan bagi seluruh komunitas Indonesia yang ada di luar negeri seperti kedutaan, pelajar atau masyarakat kita yang bekerja di luar negeri untuk menjelaskan bahwa hal tersebut tidaklah benar.


Harus diyakinkan oleh semua pihak bawah sekarang pemerintah Indonesia berusaha maksimal membangun Papua dari semua sisi, baik pembangunan dari sisi fisiknya maupun pembangunan dari segi mentalnya. Perlu juga diyakinkan bahwa Papua akan mendapat perlakuan seperti provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Marciano menduga, sayembara tangkap SBY saat lawatan ke Inggris itu terkait kelompok sparatis di Papua.

"Kelompok-kelompok itu bisa. Mereka selalu mengeksploitir kejadian-kejadian yang ada di Papua untuk menceritakan buruknya handling Indonesia terhadap Papua, tapi tidak pernah memberitakan hal-hal positif yang dibangun pemerintah Indonesia di Papua," katanya.
 
Terkait klaim TWPA bahwa ada 500 ribu orang Papua meninggal dibantah Marciano.

"Tidak betul itu," tandas dia.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya