Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Pengusaha Mau Gugat Kenaikan TDL Ke MK

Nggak Terima Dibebani Biaya Strum Tinggi
RABU, 19 SEPTEMBER 2012 | 08:07 WIB

Rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) terus mendapat penolakan. Kalangan industri bahkan berencana menggugat rencana kenaikan tarif setrum itu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Usulan kenaikan TDL se­be­nar­nya sudah disetujui DPR. Dalam rapat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik dengan Komisi VII Senin malam (18/9), disepakati tahun depan TDL naik 15 persen dan subsidi listrik Rp 78,6 trilun.

Kenaikan TDL ini berlaku un­tuk semua industri dan kalangan menengah atas. Semen­tara untuk golongan 450 VA (volt ampere) dan 900 VA tidak naik.

Mendengar hal ini, Menteri Per­industrian MS Hidayat lang­sung protes. Dia tidak setuju ka­lau kenaikan TDL hanya dibe­ban­kan untuk pelaku industri.

“Jika TDL ingin dinaikkan, se­mua segmen harus dinaikkan ju­ga dong. Jangan cuma untuk in­dustri,” protes Hidayat di kan­tornya, kemarin.

Kata Hidayat, kenaikan itu pasti akan berdampak pada target per­tumbuhan industri tahun de­pan. Kalau beban untuk pelaku in­dustri tinggi, dampaknya juga akan ting­gi. Karena itu, dia ber­harap tak semua beban kenai­kan ditanggung oleh pelaku industri. Beban itu ha­rus merata, agar pe­laku industri tiak terlalu terpukul.

Direktur Industri Tekstil dan Aneka Ditjen Industri Basis Ma­nufaktur Ramon Bangun menga­takan, yang sangat terpukul atas rencana kenaikan TDL ini ada­lah industri tekstil. Sebab, di tekstil, listrik adalah komponen uta­ma. Dari hulu sampai hilir ke­butuhan energi listrik tekstil sa­ngat tinggi. Karenanya, kalang­an industri le­bih setuju jika pe­merintah me­naik­kan harga BBM ketim­bang listrik.

“Kalau listrik naik, itu lebih be­rat buat tekstil. Biaya produksi un­tuk industri hulu seperti serap, pe­mintal dan wifing akan mem­bengkak. Sebab, komponen energi  di hulu ini sangat besar,” jelasnya.

Kondisi ini, kata Ramon, jelas membuat pengusaha terjepit. Soalnya, di saat yang sama pe­ngusaha tidak bisa ujug-ujug menaikkan harga barang hasil produksinya guna menutupi bia­ya kenaikan TDL itu.

“Kalau menaikkan harga, itu susah juga. Sekarang ini permin­taan ekspor sedang turun karena krisis keuangan dunia. Kalau har­­ga dinaikkan, bisa makin turun lagi,” jelasnya.

Ketua Umum Asosiasi Per­tek­­stilan Indonesia (API) Ade Su­dra­jat mengkritik sikap DPR yang melunak dengan rencana kenaik­an TDL. Kata dia, dua ming­gu lalu DPR masih teriak-teriak me­nolak rencana kenaik­an TDL. Dia pun curiga DPR kena lobi pe­merintah.

“Setelah makan malam jadi setuju. Saya nggak tahu ini kena­pa. Padahal mereka kan sebe­lum­nya begitu keras dan gigih meno­laknya,” tutur Ade.

Untuk menggagalkan kenaikan TDL, API sedang menyiapkan judi­cial review ke MK jika ke­nai­­kan itu sudah diundangkan. “Kita ingin tahu apakah kenaik­an TDL yang diskriminsi seperti ini diper­bolehkan tidak,” ujarnya.

Jika TDL dipaksakan naik, lanjutnya, daya saing industri tekstil akan merosot. Tekstil In­donesia akan makin tergerus dengan serbuan tekstil impor yang harganya murah. Sekarang saja, pertumbuhan tekstil sudah turun 6 persen. Kalau TDL naik, turunnya akan lebih besar.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bam­bang Sulisto menga­takan, ke­naik­an TDL sebesar 15 per­sen akan menambah beban produksi 10 persen. Untuk meng­hindari rugi, mau tidak mau pengusaha akan membebankan kenaikan TDL ini kepada pelanggan.

“Jadi ujung-ujungnya ya kon­sumen yang akan memikul kon­sekuensi kenaikan TDL,” katanya kepada Rakyat Merdeka. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya