Berita

Sus­wono

Bisnis

Mentan Minta Pemda Jaga Lahan Produktif

SELASA, 18 SEPTEMBER 2012 | 08:27 WIB

Takut target swasembada pa­ngan pada 2014 tidak terpe­nuhi, Menteri Pertanian (Mentan) Sus­wono minta para kepala daerah tidak mudah memberikan izin alih fungsi lahan produktif. Ka­laupun alih fungsi harus dila­kukan, harus ada lahan peng­ganti di lahan pertanian lain.

“Saya harap para gubernur, bupati, dan walikota tidak meng­alihfungsikan lahan pertanian menjadi lokasi perumahan mau­pun perkantoran,” kata Suswono di Jakarta, kemarin.

Menteri asal PKS ini meminta semua kepala daerah bisa men­jaga dan melindungi lahan perta­nian produktif. Jika hal ini mam­pu di­lakukan, pasokan pangan tetap aman, sehingga target pe­me­rintah meningkatkan produksi pangan nasional surplus beras 10 juta ton pada 2014 bisa tercapai.

“Jika semua daerah di tanah air terus menggenjot dan menggarap lahan-lahan pertanian secara op­timal, niscaya target 10 juta ton yang diharapkan pemerintah pada 2014 akan tercapai,” imbuhnya.

Ketua Komisi IV DPR Roma­hurmuziy mengatakan, setiap ta­hun alih fungsi lahan pertanian mencapai 100 ribu hektar. Hal ini tentu sangat mengkhawa­tirkan. Tingginya alih fungsi lahan ini salah disebabkan ting­ginya per­kembangan jumlah penduduk.

“DPR dan Kementerian Per­ta­nian akan mencari solusi untuk alih fungsi lahan ini. Salah satu­nya adalah dengan pembu­kaan lahan-lahan baru di luar pulau Jawa,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengata­kan, pemerintah memutuskan  memper­ketat alih fungsi lahan pertanian. Sejauh ini, pe­me­rintah daerah cen­derung meng­alih­fung­sikan lahan per­ta­nian untuk per­kebunan dan industri.

“Saya bicara dengan para gu­bernur dan kami sepakat, saya akan ke­luar­kan (aturan) segera karena nam­pak­nya dari aturan yang ada se­karang be­lum betul-betul efektif,” kata SBY.

Kurang Dukungan Perbankan

Suswono juga meminta dunia perbankan lebih perhatian pada sektor perhatian. Tidak mak­simal­­nya sektor pertanian dalam negeri selama ini karena kurang mak­si­malnya dukungan perbankan.

Suswono merasa, selama ini perbankan masih pilih-pilih da­lam menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) untuk pertanian. Perbankan masih menganggap sektor pertanian memiliki risiko tinggi. “Perbankan takut uang­nya tidak kembali, padahal pe­me­rintah telah menjaminnya,” curhat Mentan.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah mengajukan Rencana Undang-undang Per­lin­­dungan dan Pemberdayaan Pe­tani. Tujuannya, agar para petani lebih terlindungi dan da­pat akses yang cukup ke dunia perbankan. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya