Berita

ilustrasi

Bisnis

Stok Bensin Di Jakarta Kritis Cuma Cukup Buat Seminggu

SELASA, 18 SEPTEMBER 2012 | 09:17 WIB

Jakarta mulai krisis bensin. Walau sudah ditambah dengan kuota minyak tanah, pasokan BBM subsidi jenis premium dan solar untuk DKI Jakarta hanya aman untuk seminggu ke depan.

“Itu pun karena masih di-back up sama kuota minyak tanah yang di-switch dulu. Jadi kondisinya belum aman betul,” ujar Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Karena itu, dia meminta pe­me­rintah dan DPR segera me­nam­bah kuota agar pa­sokan BBM subsidi untuk ibu­kota tetap aman dan terjaga.

Data Pertamina per 30 Agustus 2012 mencatat, konsumsi pre­mium diJakarta sudah me­lebih kuota sekitar 37,4 persen atau mencapai 1.415.496 kilo li­ter (KL)  dari jatah hingga 1.030.123 KL. Vice President Cor­porate Communication Perta­mina Ali Mundakir mengatakan, saat ini Pertamina masih menya­lurkan BBM bersubsidi untuk Jakarta seperti biasa sambil me­nunggu keputusan penam­bahan kuota secara nasional.

Secara total, hingga 15 Sep­tember kemarin, kuota BBM sub­sidi jenis premium untuk DKI Ja­karta telah terserap sebe­sar 97,5 persen. Dengan permin­taan rata-rata 6.000 KL per hari, kuota BBM yang tersedia hanya cukup untuk 7 hari ke depan.

Berdasarkan hasil koordinasi antara Pertamina bersama Ditjen Migas dan Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) diputuskan, Pertamina tetap menyalurkan premium secara normal dengan cara pengalihan sebagian sisa kuota minyak tanah ke bensin sambil menunggu keputusan tambahan kuota.

Untuk stok nasional, Ali me­nyatakan, masih diperta­hankan di le­vel aman, yaitu sekitar 17 hari un­tuk premium dan 21 hari untuk solar.

Pertamina, lanjutnya, berpedo­man pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 15/2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsu­men Pengguna Jenis Ba­han Bakar Mi­nyak Tertentu da­lam pendistri­busian BBM sub­sidi.

Mengacu pada peraturan ter­sebut, Pertamina telah melakukan berbagai upaya untuk memas­ti­kan BBM subsidi terdistribusi de­ngan tepat, seperti penerapan point of sales di Kalimantan. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya