Poempida Hidayatullah
Poempida Hidayatullah
Menurut Poempida, memainÂkan wacana dikotomi tua dan muÂda untuk kepemimpinan 2014 suÂdah tidak perlu. Dia bilang, sukÂses tiÂdaknya kepemimpinan nasioÂnal tiÂdak ditentukan faktor usia.
“Dalam dunia politik tidak diÂkeÂnal dikotomi tua dan muda. MaÂkanya, anak muda jangan meÂnunggu untuk mendapatkan giliÂran, karena politik tidak bekerja seperti itu,†katanya, kemarin.
Poempida pesimistis, wacana diÂkotomi tokoh tua dan muda akan menjadi laku sebagai bahan kampanye Pilpres 2014. Soalnya, peluang tokoh tua dan muda sama saja, tergantung kerja keras.
“Di Amerika Winston ChurÂchill, Ronald Reegan contoh toÂkoh-toÂkoh yang sukses mengenÂyam keÂsukÂsesan berpolitik di masa tuaÂnya. Sedangkan tokoh muda ada Bill Clinton hingga Obama. ArtiÂnya, baik muda ataupun tua peÂluangnya sama tergantung prestasi dan kerja keras,†ungkapnya.
Dia menilai keliru pandangan yang menyebut kesempatan munÂculnya tokoh muda sebagai peÂmimpin 2014, tertutup. Peluang munculnya pemimpin muda tetap terbuka, namun peluang tersebut harus diciptakan anak muda itu sendiri melalui kerja keras.
“Kekuasaan yang hakiki tidak bisa diberikan, tetapi harus direÂbut,†kata politisi yang menjadi anggota DPR karena PAW dari Jeffrie Goevanie ini.
Terpisah, Sekretaris Majelis NaÂÂsional Partai Nasdem Jeffrie GeoÂvanie getol menjual wacana dikotomi tua-muda. Pada Pemilu 2014, masyarakat akan mulai jeÂnuh dengan tokoh-tokoh tua yang dimunculkan parpol.
“Sesungguhnya merugilah parÂtai-partai yang tidak bisa memÂbaca tanda-tanda zaman, membaÂca keÂgalauan dan harapan maÂsyaraÂkat. Masyarakat butuh figur baru yang inovatif,†katanya, kemarin.
Menurutnya, politik Indonesia 2014 harus dengan tampilan waÂjah baru. Selama ini, masyarakat disuguhkan tokoh-tokoh yang itu-itu saja. Tidak ada inovasi dari kepemimpinan nasional terhadap kaum muda.
“Partai Nasdem sudah mulai memÂpelopori itu, memberi ruang terhadap tokoh muda. Bahkan, kiÂni sudah bisa seimbang dengan toÂkoh-tokoh senior. Bahkan sekaÂrang, tokoh muda Nasdem sudah bisa duÂduk sama rendah dan berÂdiri sama tinggi dengan Aburizal Bakrie, SurÂyadharma Ali, Hatta Rajasa, dan lain-lain,†pungkasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
UPDATE
Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14
Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04
Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33
Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27
Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10
Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52
Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41
Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34
Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22
Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06