Berita

Jero Wacik

Bisnis

BBM Subsidi Di Jabodetabek Mau Dijatah Jero Wacik Mendadak Surati BPH Migas

MINGGU, 16 SEPTEMBER 2012 | 08:30 WIB

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) beren­cana membatasi penggu­naan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh mobil me­wah di wilayah DKI Jakarta.

BPH Migas menargetkan atur­an pelarangan itu dapat segera ke­luar pada bulan ini. Lembaga ini terpaksa memutar otak untuk me­nyelamatkan pasokan BBM di wilayah Ibukota.

Kepala BPH Migas Andy Noor­­saman Someng menjelas­kan, usulan pembatasan BBM subsidi untuk mobil mewah telah diajukan oleh tim teknis. Na­mun, usulan itu belum diputus­kan oleh Komite BPH Migas.

“Itu akan dibahas di sidang komite. Draf­nya sudah disiapkan oleh mereka, tapi belum dite­tapkan,” kata Andy di Jakarta.

Komite BPH Migas terus meng­gelar rapat setiap pekan untuk mematangkan usulan pela­rangan BBM untuk mobil mewah pada bulan ini.

“Teknisnya be­lum, karena per­sepsi mobil me­wah agak kom­pleks. Mobil mewah kan beda-beda, bagi yang memiliki motor, mobil jenis Avanza pun mewah,” katanya. Rencananya, pembelian BBM subsidi di Jabodetabek akan di­batasi maksimal 10 liter per ken­daraan. Dan kendaraan se­perti Toyota Alphard dan Camry termasuk yang diatas mobil di atas 1.300 CC tidak dibolehkan mengkon­sumsi bensin dan solar.

Namun, belum sehari wacana tersebut dikemukakan, Wakil Men­­teri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubian­dini dan Menteri ESDM Jero Wa­cik lang­sung bereaksi. Rudi sebenarnya mendukung rencana BPH Migas untuk mene­kan laju konsumsi BBM bersub­sidi, wa­laupun tak tercantum dalam Per­pres Nomor 15 tahun 2012 terkait pengen­da­lian BBM bersubsidi. Yang ter­penting, BPH Migas harus mem­perhatikan dam­­pak dari kebija­kan­nya tersebut.

“BPH Migas tidak perlu merin­ci, namun mereka berhak karena mempunyai kreativitas dan punya ide. Tetapi, menentukan sendiri tidak bisa semena-mena. Mereka harus ukur, petugasnya bagai­mana, operasionalnya bagai­ma­na. Tapi ide tersebut kurang ma­suk akal. Bisa dibayangkan be­rapa aparat yang disiapkan untuk menjaga setiap SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum),” cetus Rudi. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya