Berita

ilustrasi, spbu

Bisnis

SPBU Di Pondok Indah Dilarang Jual BBM Subsidi

Pertamina Ogah Disalahkan
MINGGU, 16 SEPTEMBER 2012 | 08:21 WIB

.PT Pertamina (Persero) mendukung usulan BPH Migas melak­sanakan pembatasan BBM bersubsidi untuk kendaraan maksimal 10 liter per hari di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jakarta. Asalkan, aturan tersebut dibuat secara jelas dan tidak me­nimbulkan kekacauan saat pelaksaannya di lapangan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mun­dakir mengatakan, pada prinsipnya Pertamina akan mendukung kebijakan yang dibuat pemerintah. Namun, ia meminta agar ke­bijakan itu dipikirkan dengan matang mulai dari konsep hingga teknis di lapangan.

“Upaya penghematan subsidi prinsipnya kita dukung, tapi perlu dimatangkan teknis pelaksanaannya supaya peraturan itu bisa diaplikasikan,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Menurut Ali, Pertamina sebagai pelaksana teknis di lapangan sering menghadapi dilema terkait pembatasan konsumsi BBM bersubsidi. Di satu sisi, ingin menjaga kuota BBM bersubsidi agar tidak selalu over. Namun di sisi lain, bila dibatasi akan terjadi antrian di SPBU. “Kalau terjadi antrian BBM di SPBU pasti Pertamina yang disalahkan,” curhatnya.

Padahal, lanjut Ali, tidak semua SPBU dimiliki oleh Pertamina. Beberapa SPBU sulit diterapkan larangan menjual BBM ber­sub­sidi. Pertamina mengklaim sudah mempunyai pilot project dua SPBU milik Pertamina di daerah elite Pondok Indah dan Fatmawati yang tidak menjual BBM bersubsidi. “Imbauan itu sifatnya suka­rela, tidak diwajibkan. Kami tidak punya kewenangan melarang SPBU yang dimiliki swasta menjual premium,” ungkapnya.

Karena itu, menurut Ali, koordinasi antara pihak terkait, yakni Kementerian ESDM, BPH Migas, Pertamina dan Himpunan Wi­raswasta Nasional Migas (Hiswana Migas) perlu dilakukan agar tidak terjadi kekacauan dalam pelaksanaannya.

Pihaknya meminta BPH Migas mengajak Hiswana Migas yang merupakan wadah perhimpunan pengusaha di bidang hilir migas, duduk bersama menyelesaikan ancaman kelangkaan BBM bersubsidi di DKI Jakarta dan di beberapa daerah.

Ketua Hiswana Migas Ery Purnomohadi menya­yangkan rencana pembatasan BBM bersubsidi yang digulirkan BPH Migas. Alas­annya, walaupun dilakukan pembatasan BBM bersubsidi, masih membuka peluang pihak yang mampu tetap menggunakan BBM bersubsidi. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya