Berita

Barack Obama/ist

Dunia

FILM NABI MUHAMMAD

Buru Pembunuh Dubes, AS Tambah Personel Militer Di Libya

SABTU, 15 SEPTEMBER 2012 | 17:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang akan membawa pelaku pembunuhan duta besar AS di Libya ke meja hijau tampaknya bukan main-main. Pasalnya, pemerintah AS telah menambah jumlah mata-mata, marinir dan pesawat ke Libya.

Penambahan ini merupakan upaya dari pemerintah AS untuk mempercepat pencarian pelaku pembunuhan Duta Besar AS dan tiga orang warga AS saat demo anti film Nabi Muhammad berlangsung di Libya.

AS sempat mengalami kesulitan dalam melakukan penyelidikan, ini dikarenakan masih kacaunya pasukan keamanan pasca revolusi di Libya dan terbatasnya intelejen AS disana. Demikian sebagaimana diberitakan BBC (Sabtu, 15/9).


Kali ini, AS telah mengirimkan tim investigasi dari FBI, yang nantinya akan mencoba melacak simpatisan Al Qaeda yang diyakini AS bertanggung jawab atas demonstrasi memprotes video anti Islam, yang berujung pada penyerangan konsulat AS di Benghazi.

Pejabat intelejen AS mengatakan bahwa indikasi awal menunjukan bahwa serangan itu dilakukan bukan oleh kelompok utama Al Qaeda, tetapi oleh simpatisannya.

Salah satu tersangka utama adalah kelompok militan yang berbasis di Libya, Ansar al Shariah, yang dipimpin oleh mantan tahanan Guantanamo, Sufyan bin Qumu.

Namun demikian, kelompok ini membantah bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, tetapi mengakui bahwa anggotanya berada di lokasi protes di sekitar konsulat saat peritiwa itu terjadi.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya