Berita

Pangeran Harry/ist

Dunia

Kamp Pangeran Harry Diserang Taliban

SABTU, 15 SEPTEMBER 2012 | 11:37 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kamp pangeran Harry di Afghanistan diserang oleh Taliban. Dalam serangan yang menewaskan dua marinir Amerika Serikat tersebut, pihak NATO mengatakan bahwa Pangeran Harry tidak dalam keadaan yang berbahaya.

Pejabat AS mengatakan serangan ke Kamp Bastion itu dilakukan dengan menggunakan senjata kecil, roket dan mortir. Dalam Kamp Bastion itu terdapat sejumlah pasukan dari AS, Inggris, Denmark, Estonia dan Afganistan, termasuk Pangeran Harry.

Sementara itu seorang dari Institut Firma Amerika, Ahmad Majidyar mengatakan bahwa Kamp Bastian telah menjadi target dari Taliban seiring keberadaan Pangeran Harry disana.


"Salah satu motivasi bisa jadi karena kehadiran Pangeran Harry di kamp, karena Taliban beberapa hari lalu mengancam akan menjadikan Pangeran Harry sebagai target pembunuhan. Jadi mereka mencoba melakukannya di sana,'' ujar Majidyar sebagaimana dikutip BBC (Minggu, 15/9).

Ini merupakan kali kedua Pangeran Harry bertugas di Afghanistan. Tugas pertamanya di Afghanistan dilakukan pada tahun 2007 hingga 2008 yang hanya bertugas selama 10 pekan akibat bocornya berita mengenai kehadirannya di Afghanistan.

Sedangkan dalam misi keduanya kali ini, Pangeran Harry yang berpangkat Kapten Wales ini dijadwakan akan bertugas selama empat bulan di Afghanistan.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya