Berita

Dunia

Hillary Clinton Akui Peranan Muhammad VI

SABTU, 15 SEPTEMBER 2012 | 08:24 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Pemerintah Amerika Serikat mengakui kemampuan dan kualitas Kerajaan Maroko dalam mengelola demokrasi sehingga negara yang dipimpin Raja Muhammad VI itu dapat bertahan di tengah badai politik yang masih menghantui kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menyebut Maroko sebagai pemimpin dan contoh yang patut dijadikan teladan bagi negara-negara di kawasan tersebut.

Pernyataan Hillary Clinton ini disampaikan saat berbicara dalam sesi pembuka pertemuan strategis kedua negara di Washington DC, hari Kamis lalu (13/9).

Atas prestasi reformasi dan demokrasi Maroko itu, sebut Hillary Clinton, Raja Muhammad VI pantas mendapatkan penghargaan yang luar biasa. Demikian dilaporkan Maghreb Arab Press.

Pembicaraan strategis kedua negara itu dimaknai Hillary Clinton sebagai sebuah kerangka baru hubungan kedua negara yang sudah terjalin sejak lama. Maroko adalah negara pertama yang memberikan dukungan bagi kemerdekaan Amerika Serikat pada 1776 silam.

Hillary Clinton mengatakan, hubungan dengan Maroko adalah hubungan terpanjang yang tidak pernah terganggu yang dimiliki Amerika Serikat dengan negara lain. Di masa mendatang, ia yakin hubungan itu akan terus berlanjut semakin dinamis dan tumbuh. Ia juga memuji stabilitas Maroko yang didasarkan pada pertumbuhan ekonomi yang juga stabil. Hal itu memungkinkan Maroko membangun dan mengembangkan sistem demokrasi yang telah mereka miliki sejak lama.

Dengan itu pula, Maroko mampu menterjemahkan komitmen menjadi serangkaian program aksi.

Hal lain yang disampaikan Hillary Clinton dalam pertemuan yang juga dihadiri Menlu Maroko Saad Dine el Otmani adalah peranan positif dan konstruktif Maroko sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Terutama dalam upaya yang dilakukan Maroko untuk menghentikan pertumpahan darah di Suriah.

Hillary Clinton mengucapkan selamat atas rencana pertemuan sahabat Suriah di bulan Oktober mendatang. Dia berharap dapat melanjutkan kerjasama dengan Maroko sebagai partner dekat walaupun mandat Maroko di Dewan Keamanan PBB berakhir. [guh]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya