Berita

ist

Bisnis

Bali Konsumsi Daging Sapi Australia dan Selandia Baru

JUMAT, 14 SEPTEMBER 2012 | 23:21 WIB

Impor daging sapi masih jadi andalan dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri. Provinsi Bali misalnya, hingga tahun 2012 masih mengimpor daging sapi untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu.

Impor diantaranya untuk memenuhi kebutuhan hotel berbintang, restoran, dan kebutuhan industri pengolahan daging.

"Bali tidak bisa mengelak masuknya daging impor dalam rangka untuk mengisi kebutuhan industri dan hotel berbintang," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Putu Sumantra, usai mengikuti sebuah seminar mengenai peningkatan produksi dan kualitas daging sapi Bali di Universitas Udayana, Denpasar, Bali (Jumat, 14/9).


Menurut dia, pemasok daging sapi impor tersebut memiliki segmen produksi tertentu untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dia menjelaskan bahwa untuk industri pengolahan daging seperti produk sosis dan kornet misalnya diperlukan daging sapi dengan kadar lemak tinggi hingga 20 persen.

Sedangkan daging sapi Bali hanya memiliki kadar lemak dibawah sepuluh persen, yang dinilainya tergolong daging sehat karena lemak yang rendah.

Ia mengatakan dari 8.000 ton kebutuhan daging sapi di Pulau Dewata per tahun untuk hotel, restoran, dan konsumsi masyarakat, 1.000 hingga 1.500 ton di antaranya merupakan daging sapi impor yang didatangkan dari Australia dan Selandia Baru.

"Daging sapi yang diimpor hanya berupa 'prime cuts' saja untuk segmen tersebut," tambahnya.

Pihaknya berupaya membatasi impor daging sapi agar sapi lokal bisa lebih dominan digunakan sehingga bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat karena pembangunan peternakan dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

"Kalau nanti pemotongan lokal tidak memberi keuntungan dibandingkan pengeluaran sapi potong, maka kami akan mengeluarkan sapi potong untuk masyarakat. Tetapi kami akan bangun rumah potong yang bagus sehingga kualitas daging diterima oleh hotel," ujar Sumantra.

Tahun 2012, lanjut Sumantra, Bali mengeluarkan sapi potong hidup ke beberapa daerah di Tanah Air dengan kuota sebesar 75 ribu ekor atau setara dengan 12 ribu ton.

Sementara itu berdasarkan sensus cacah jiwa tahun 2011 populasi sapi Bali mencapai 637.743 ekor, sedangkan untuk pendataan sapi lokal tahun ini akan dilakukan mulai September hingga Desember 2012.[ant/dem]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya