Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

BPH Migas Semprot Pertamina, SPBU Dilarang Operasi 6 Bulan

Ditemukan 170 Truk Isi BBM Tidak Sampai Ke Pom Bensin
JUMAT, 14 SEPTEMBER 2012 | 08:06 WIB

Bahan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menegur keras PT Pertamina (Persero). Sebab, 170 truk tangki yang mengangkut BBM subsidi tidak sampai ke pom bensin. Nah lho...

Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto mengatakan, temuan 170 truk BBM ini terjadi di Kalimantan Barat (Kalbar) dalam dua minggu terakhir.  

“Temuan kami dari survei Dinas Perindustrian Kalbar, ada 170 truk BBM yang keluar dari depo BBM Pertamina tidak sampai terkirim ke SPBU,” kata Djoko di Jakarta, kemarin.

Karena itu, pihaknya langsung mengeluarkan surat teguran ke­pada BUMN minyak tersebut. Selain Pertamina, BPH Migas juga memberikan sanksi kepada pom bensin yang memesan BBM tersebut dengan pembe­kuan ope­rasi selama 6 bulan.

Menurut Djoko, tidak sam­pai­nya truk-truk BBM itu ke pom ben­sin adalah bentuk pe­lang­­ga­ran berat karena merugikan ma­s­ya­rakat dan pemerintah. Apa­lagi Kal­bar merupakan salah datu daerah yang rawan terjadi pe­nye­­­lun­dupan BBM subsidi untuk di­jual ke perkebunan dan per­tambangan.

“Penyaluran BBM bersubsidi juga merupakan tanggung jawab Pertamina, karena Pertamina ha­rus cek juga BBM subsidi yang akan dikirim tersebut kepada siapa,” cetusnya.

Djoko mengatakan, tingginya tingkat penyelundupan BBM di­sebabkan tingginya disparitas harga. Kondisi ini yang membuat banyak orang menyelundupkan BBM subsidi. Bahkan, hasil uji di lapangan terhadap truk BBM melalui alat pelacak diketahui, dari 100 truk yang dipasangi alat hanya 90 truk yang terpantau, Sisanya tidak terlacak setelah keluar dari depo Pertamina.

Berdasarkan data BPH Migas, ka­sus penyalahgunaan BBM sub­sidi dari Januari-Desember 2011 terjadi sekitar 305 kasus dengan jumlah barang bukti se­banyak 1.100.718,06 liter. Jum­lah ini me­ningkat tinggi pada Januari-Juli 2012 sebanyak 396 kasus dengan jumlah barang bukti BBM 1.037.923 liter.

Menanggapi temuan itu, pe­merintah mengaku tidak diam. Dirjen Migas Kementerian Ener­gi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita H Legowo menya­takan, pemerintah akan memper­ketat pengawasan distribusi BBM subsidi untuk menekan maraknya penyelundupan.

Salah satu caranya dengan meng­gunakan alat pelacak. Tek­nologi pelacak ini bakal segera dipasang untuk memperketat dis­tribusi dan tepat sasaran. “Peme­rintah bakal menyiapkan tekn­ologi dalam pengawasan distri­busi BBM bersubsidi, “ katanya.

Hal senada disampaikan Men­teri ESDM Jero Wacik. Untuk mencegah terjadinya penye­lun­dupan, truk-truk pengangkut BBM di Kalimantan sebagian sudah dipasang alat pelacak agar tak ada penyelewengan.

“Jangan sampai truk (tangki BBM) keluar dari depo, terus ke mana dia jalannya,” ucap Wacik.

Wacik juga mengaku telah berusaha menekan penggunaan BBM bersubsidi. Antara lain dengan mewajibkan kendaraan dinas pemerintah pusat, pe­me­rintah daerah, BUMN, BUMD di Jabodetabek dan Jawa-Bali serta perusahaan perkebunan dan pertambangan menggunakan BBM non subsidi.

Saat dikonfirmasi mengenai informasi tersebut, Vice Presi­dent Corporate Communications Per­ta­mina Ali Mundakir menga­ku ma­sih mengecek hasil temuan BPH Mi­gas yang menyebutkan 170 mobil tangki Pertamina ti­dak sampai SPBU. “Kami saat ini masih mengecek temuan itu ke sana,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya