Berita

ilustrasi, mainan anak

Bisnis

Mengandung Zat Berbahaya, Mainan Anak-anak Wajib SNI

Impor Produk China Tak Terkontrol
JUMAT, 14 SEPTEMBER 2012 | 08:00 WIB

Untuk menekan produk China di dalam negeri, DPR mendesak pemerintah segera member­la­kukan Standar Nasional In­do­nesia (SNI) wajib untuk berbagai mainan anak-anak. Pasalnya, saat ini semakin deras arus impor produk dari Negeri Tirai Bambu itu tidak terkontrol keamanannya.

“Membanjirnya produk mai­nan anak-anak yang mengan­dung berbagai zat berbahaya un­tuk kesehatan di masyarakat su­dah mengkhawatirkan sehingga per­soalan ini harus segera di­atasi,” ujar anggota Komisi VI DPR Muhajir, kemarin.

Menurutnya, beberapa waktu lalu telah diberitakan berbagai media massa banyak ditemukan kan­dungan timbal atau timah hitam dalam mainan anak-anak yang membahayakan kesehatan. Se­lain timbal (Pb) juga banyak mainan yang ternyata mengan­dung zat berbahaya seperti mer­kuri (Hg), cadmium (Cd) dan Chromium (Cr).

“Semua zat berbahaya itu ternyata terkandung dalam ber­ba­gai jenis mainan anak-anak dalam ka­dar yang juga mem­ba­hayakan kesehatan,” jelas Mu­hajir seraya mencontohkan mai­nan dengan kandungan zat-zat berbahaya bagi kesehatan anak itu misalnya puzzle, kereta atau mobil mainan, balok rumah-ru­mahan yang se­muanya ­zat pewarna.

 Selain itu, masih ada lagi beragam jenis mainan terbuat dari plastik yang bisa dengan mudah ditemukan di sekolah atau tempat perbelanjaan. Seluruh mainan tersebut tidak diketahui pembuat­nya dan tidak menyertakan label kandungan bahan mainan serta penggunaan.

“Bisa dibayangkan ancaman bagi kesehatan anak-anak kita itu sudah di pelupuk mata. Pemerin­tah harus segera bertindak mela­kukan penga­wasan ketat terhadap peredaran mainan-mainan de­ngan zat berbahaya seperti itu,” tegasnya.

Dia menyayangkan pemerintah yang masih enggan melindungi anak-anak melalui pemberlakuan secara wajib SNI mainan ter­sebut. Padahal salah satu upaya untuk mengatasinya dengan se­segera mungkin menerbitkan aturan SNI terhadap mainan anak-anak, sehingga semua pro­duk yang beredar di masya­rakat benar-benar aman.

Terkait dengan kondisi yang meng­khawatirkan itu, Muhajir me­nyatakan, pemerintah juga harus secepatnya mengeluarkan aturan yang mampu menahan gempuran produk mainan dari China. Hal tersebut dikarenakan impor main­an anak asal China itu telah me­nguasai hampir 80 persen penju­alan main­an anak di dalam negeri.

Menurut Muhajir, seharus­nya dilakukan pula pengaturan im­portasi sebagai upaya untuk me­lindungi konsumen. Selama ini, produk yang masuk ke In­donesia tidak terdeteksi terkait kondisi dan keamanan produk. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya