Berita

Prakoso BS

Prakoso BS: Pesantren Akan Menjelma Menjadi Mesin Ekonomi Untuk Pengembangan Umat

Mandiri "Goes to Pesantren"
KAMIS, 13 SEPTEMBER 2012 | 20:34 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

  Bank Mandiri mengggelar workshop kewirausahaan program  "Goes to Pesantren". Tujuaannya, untuk menggali self of business serta merubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.

Deputi Menteri Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Prakoso BS mengapresiasi langkah kongkrit yang dilakukan Bank Mandiri tersebut. Dengan adanya program itu, kata Koko, biasa  disapa, diharapkan pesantren akan menjelma menjadi mesin ekonomi yang hasilnya bisa digunakan juga untuk pengembangan umat.

"Dengan "Goes to Pesantren",  target wirausaha nasional sebesar 2 persen pada tahun ini bukanlah sesuatu yang sulit. Saat ini jumlah wirausaha kita sudah mencapai 1,56 persen. Akan terus berkembang mengingat besarnya jumlah penduduk Indonesia yang bisa dijadikan sebagai peluang", kata Koko  sesaat setelah menyerahkan bantuan hibah pendidikan untuk 19 pesantren se-Sumatera Selatan, di Pesantren Qodratullah-Lantang, Kota Palembang, Kamis (13/09)..


Koko berharap melalui kegiatan ini akan lebih memotivasi dan mendorong masyarakat khususnya generasi muda untuk mengembangkan jiwa dan mindset enterpreneurship.

Koko menjelaskan, jumlah santri pondok pesantren di 33 provinsi di seluruh Indonesia pada 2011 mencapai 3,65 juta jiwa yang tersebar di 25 ribu pesantren.

"Pesantren diharapkan mampu menjadi pionir perubahan yang kemudian membentuk sebuah gerakan praktis di masyarakat dalam pengembangan ekonomi. Juga diperlukan keahlian khusus untuk diterapkan seperti jiwa sosial, enterpreneurship, memperluas jaringan dalam mengembangkan wirausaha, permodalan, dan pemasaran", papar Koko.

Koko menegaskan, tantangan terbesar dalam menghadapi globalisasi dan modernisasi adalah pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). "Oleh karena itu, adanya program workshop kewirausahaan seperti ini patut kita dukung", pungkas Koko.

Sementara,  Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini, menyatakan "Program "Goes to Pesantren" sudah dilaksanakan dua kali. Yang di Palembang  workshop wirausaha diikuti 500 peserta dari 20 pesantren yang ada di Kota Palembang. Selanjutnya kata dia, akan  di adakan di seluruh Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga NTB.

"Kkegiatan "Goes to Pesantren", sebagai lanjutan setelah sebelumnya  sukses mengembangkan program wirausaha di kampus-kampus perguruan tinggi di Indonesia," katanya.

Lanjut dia,  masing-masing pesantren mendapat akan bantuan sebesar Rp50 juta, sehingga totalnya mencapai Rp1,1 miliar. Bantuan itu dipergunakan untuk pengadaan komputer dan buku perpustakaan.

Bantuan lainnya adalah sebesar Rp200 juta untuk program business plan bagi mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang. Sedangkan khusus untuk pesantren Qodratullah-Langkan, Bank Mandiri menyerahkan dana bantuan sebesar Rp200 juta bagi pembangunan sarana pendukung pendidikan lainnya. [dzk]



Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya