Bank Mandiri mengggelar workshop kewirausahaan program "Goes to Pesantren". Tujuaannya, untuk menggali self of business serta merubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Deputi Menteri Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Prakoso BS mengapresiasi langkah kongkrit yang dilakukan Bank Mandiri tersebut. Dengan adanya program itu, kata Koko, biasa disapa, diharapkan pesantren akan menjelma menjadi mesin ekonomi yang hasilnya bisa digunakan juga untuk pengembangan umat.
"Dengan "Goes to Pesantren", target wirausaha nasional sebesar 2 persen pada tahun ini bukanlah sesuatu yang sulit. Saat ini jumlah wirausaha kita sudah mencapai 1,56 persen. Akan terus berkembang mengingat besarnya jumlah penduduk Indonesia yang bisa dijadikan sebagai peluang", kata Koko sesaat setelah menyerahkan bantuan hibah pendidikan untuk 19 pesantren se-Sumatera Selatan, di Pesantren Qodratullah-Lantang, Kota Palembang, Kamis (13/09)..
Koko berharap melalui kegiatan ini akan lebih memotivasi dan mendorong masyarakat khususnya generasi muda untuk mengembangkan jiwa dan mindset enterpreneurship.
Koko menjelaskan, jumlah santri pondok pesantren di 33 provinsi di seluruh Indonesia pada 2011 mencapai 3,65 juta jiwa yang tersebar di 25 ribu pesantren.
"Pesantren diharapkan mampu menjadi pionir perubahan yang kemudian membentuk sebuah gerakan praktis di masyarakat dalam pengembangan ekonomi. Juga diperlukan keahlian khusus untuk diterapkan seperti jiwa sosial, enterpreneurship, memperluas jaringan dalam mengembangkan wirausaha, permodalan, dan pemasaran", papar Koko.
Koko menegaskan, tantangan terbesar dalam menghadapi globalisasi dan modernisasi adalah pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). "Oleh karena itu, adanya program workshop kewirausahaan seperti ini patut kita dukung", pungkas Koko.
Sementara, Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini, menyatakan "Program "Goes to Pesantren" sudah dilaksanakan dua kali. Yang di Palembang workshop wirausaha diikuti 500 peserta dari 20 pesantren yang ada di Kota Palembang. Selanjutnya kata dia, akan di adakan di seluruh Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga NTB.
"Kkegiatan "Goes to Pesantren", sebagai lanjutan setelah sebelumnya sukses mengembangkan program wirausaha di kampus-kampus perguruan tinggi di Indonesia," katanya.
Lanjut dia, masing-masing pesantren mendapat akan bantuan sebesar Rp50 juta, sehingga totalnya mencapai Rp1,1 miliar. Bantuan itu dipergunakan untuk pengadaan komputer dan buku perpustakaan.
Bantuan lainnya adalah sebesar Rp200 juta untuk program business plan bagi mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang. Sedangkan khusus untuk pesantren Qodratullah-Langkan, Bank Mandiri menyerahkan dana bantuan sebesar Rp200 juta bagi pembangunan sarana pendukung pendidikan lainnya.
[dzk]