Berita

ilustrasi, Tambang

Bisnis

Emiten Tambang Ditaksir Tumbuh 15%

Asalkan Lakukan Efisiensi Ketika Harga Batubara Jeblok
KAMIS, 13 SEPTEMBER 2012 | 08:17 WIB

.Dengan kondisi harga batu­ba­ra yang masih fluktuatif, diper­kirakan kinerja emiten sektor per­tambangan bisa tumbuh 10-15 persen hingga akhir tahun. Hal itu juga didorong pernya­taan akan dilakukan pencetakan uang se­cara besar-besaran oleh Bank Sentral Eropa.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, per­nyataan yang dikeluarkan Bank Sentral Eropa tersebut mem­berikan sinyal positif bagi sek­tor komoditas, khususnya sek­tor pertambangan.  Menurut­nya, jika semuanya membaik, maka sektor tambang akan naik 10-15 persen pada ak­hir tahun ini.

“Secara umum batubara kalori ting­gi masih cukup aman, tetapi jika batubara rendah itu yang harus lebih kerja keras,” ujar Ed­win di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, perusahaan per­tam­bangan harus menjual di ba­wah cost of production. Pasal­nya, faktor permintaan dari da­lam ne­­geri belum bisa diharapkan.

“Ka­rena biaya produksi yang tinggi, mereka harus menekan biaya produksi,” katanya.

Yang perlu dilakukan perusa­haan-peru­sa­haan tambang untuk menekan bia­ya-biaya produksi ter­sebut, lanjut Edwin, sa­lah sa­tunya dengan meng­gan­ti bahan bakar yang tadinya menggunakan solar beralih ke gas, mengganti kontrak­tor yang lebih murah ser­ta meng­gunakan kapal kecil untuk meng­angkut batubara.

Dia memprediksi, beberapa sa­ham tambang yang layak dila­ku­kan transaksi sepanjang se­mes­ter II 2012 antara lain, saham  PT Indo Tambang Raya Megah Tbk ITMG posisi buy (beli) karena ber­po­tensi akan berada di level Rp 44 ribu. Saat ini berada di ki­saran Rp 37.000-38.000 per sa­ham, tergo­long rendah.

Terlebih, jika melihat kinerja perseroan yang bagus dengan ke­mampuan memberikan dividen dan tidak ada utang. Selain itu, PT Bukit Asam (PTBA) ma­sih cukup stabil, serta PT Adaro Energi Tbk (ADRO) yang masih cukup bertahan.

Analis Indosurya Asset Mana­gement Reza Priam­ba­da menilai, dari pergerakan sa­ham-saham per­tambangan untuk perio­de ber­jalan ini cukup stabil. “Teta­pi, saya be­lum melihat ada­nya tan­da-tanda kenaikan,” ujar­nya.

Menurut Reza, perusahaan-pe­rusahaan tambang pada se­mester I-2012 anjlok, pasalnya penjualan mereka turun. Sehing­ga hal itu yang menjadikan kena­ikan biaya-biaya dan kiner­janya turun. “Di­tambah lagi harga ko­mo­ditas batubara masih belum stabil,” kata Reza.

Dia memprediksi, harga batu­bara dunia hingga akhir tahun bergerak di level 90-94 dolar AS per ton, karena faktor pergerakan ekonomi global. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya