Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Menpera Buruan Dong Putusin Harga Rumah Buat Wartawan

Perumnas Siap Bangun Di Parung Panjang
KAMIS, 13 SEPTEMBER 2012 | 08:12 WIB

Menjelang kocok ulang kursi direksi pada Oktober,  Perum Perumnas menyediakan lahan untuk membangun proyek 1.000 unit lebih rumah murah di kawasan Bumi Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat. Soal harga rumah, Perumas masih menunggu keputusan Kemenpera.

Lahan tersebut sebagai peng­ganti lokasi perumahan wartawan yang sedianya akan dibangun di kawasan Citayam, Depok, Jawa Barat. BUMN perumahan ini berharap, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz bisa segera merampungkan har­ga ru­mah murah tersebut untuk se­gera direalisasikan tahun ini.

”Lahan sudah disediakan dan kami masih menunggu finalisasi harga rumah tersebut dari pe­me­rintah. Setelah itu, baru diba­ngun sesuai master plan dan ke­butu­han yang ada,” ujar Dirut Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto saat dihubungi Rakyat Me­r­deka, kemarin.

Himawan mengaku, belum bi­sa memastikan berapa harga ru­mah yang akan dipatok me­lalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) nanti. “Be­lum ada angka pasti. Tapi kira-ki­ra harganya sekitar Rp 88 juta per unit untuk tipe 36. Sedang­kan tipe 45 sampai 70 harganya bisa lebih dari itu,” katanya

Dia juga masih me­nung­gu ke­bi­jakan subsidi public ser­vice obligation (PSO) dari pe­me­rin­tah. “Jika PSO itu diberikan, har­ga rumah murah kemungkinan bisa ditekan lebih murah lagi. Ya ki­ta lihat saja nanti,” kilahnya.

Himawan menyatakan, saat ini proses perumahan wartawan su­dah memasuki tahap Bank In­donesia (BI) checking.

“Ada 2.600 wartawan yang ber­minat. Dari jumlah itu, seba­gian telah memenuhi administrasi Kredit Perumahan Kredit Pemi­likan Rumah (KPR) FLPP dan sudah masuk tahap BI checking, sehing­ga secara paralel dapat di­proses selanjutnya untuk pelak­sanaan pembangunan rumah di lapa­ngan,” kata Himawan

Dia menegaskan, proyek ru­mah murah ini sebagai tindak lanjut instruksi pemerintah  ten­tang perlunya perumahan bagi wartawan. “Ini sekaligus men­jawab keraguan tentang rencana pembangunan rumah subsidi ba­gi wartawan. Yang pasti kami siap bangun,” tegasnya.

Direktur Pemasaran Perumnas Teddy Robinson menambahkan, proyek ini nantinya ada di sektor tiga dan empat. “Sektor tiga, sebagian lahan sudah dibangun ru­mah buat umum dan sektor empat masih tanah kosong. Ke­dua sektor tersebut sekitar 26 hektare,” terang Teddy.

Menurut Teddy, unit yang akan disediakan Perumnas un­tuk war­tawan adalah tipe 36, 45 dan 90, dengan luas tanah 80, 90, 105 meter persegi. “Dengan tipe dan luas tanah tersebut, se­kitar dua ribuan unit rumah bisa diba­ngun,” tuturnya.

Mengenai fasilitas umum, saat ini baru tersedia mushola, sekolah dan sarana olahraga. Namun, ke depan pihak Perumnas akan me­nambahkan sarana umum lain.

“Mengenai infrastruktur jalan, nantinya bekerja sama dengan pemerintah Bogor dan nanti akan ditambahkan fasilitas umum lainnya,” ucap Teddy

Teddy menjelaskan, lokasi Bumi Parung Panjang ini ber­dekatan dengan stasiun Kereta Api (KA) Parung Panjang, yang berjarak 500 meter dan juga di­lintasi jalur kereta listrik dengan jarak tem­puh 10-15 menit ke stasiun Ser­pong. Bahkan, sudah dibangun rel KA double track untuk memu­dahkan akses dari perumahan ke pusat kota sekitar 45 menit.

Deputi Perumahan formal Ke­menpera Paul Mar­paung memas­­tikan, finalisasi har­ga rumah da­pat diselesaikan dalam waktu dekat. “Kami masih membahas masalah harga rumah per unit ini dengan Perumnas. Mungkin berkisar antara Rp 88 juta hingga Rp 90 juta. Yang pasti harga tetap terjangkau karena melalui subsidi FLPP,” kata Marpaung tanpa menyebutkan kapan harga itu dirampungkan.

Wakil ketua Komisi V DPR bidang Perumahan Muhidin M Said berharap, program ini tidak hanya ajang pencitraan saja.

“Kalau memang sudah ada lahan, segera ditetapkan harga dan dibangun. Proyek di Cita­yam Depok, mesti jadi pelajaran pen­ting buat pemerintah,” war­n­ing Muhidin. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya