Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

BPH Migas Mau Larang Mobil Mewah Pake BBM Subsidi

RABU, 12 SEPTEMBER 2012 | 08:06 WIB

.Stok BBM subsidi sudah mulai menipis, di Jakarta saja jatahnya bakal habis 15 Sep­tember 2012. Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Mi­gas) me­ngusulkan mobil me­wah dila­rang membeli BBM subsidi. Namun, rencana itu di­to­lak men­tah-mentah oleh DPR.

“Tugas kami adalah me­ngatur, mengawasi, verifikasi ketepatan distribusi BBM subsidi. Per­ta­nyaan saya tepat tidak ken­da­raan mewah dapat BBM subsidi,” ucap Direktur BBM BPH Migas Djoko Is­wanto di kantornya, kemarin.

Menurutnya, di tengah situasi kritis BBM subsidi khu­susnya di Jakarta, pe­merintah harus berbuat se­suatu agar jangan sampai ja­tah­nya habis. Ini bisa ber­akibat semua rakyat Indone­sia tidak bisa memikmati BBM sub­sidi.

“Kita ingin mengatur. BBM subsidi itu untuk orang yang ber­hak, kalau BBM memang negara wajib menyediakannya dari Sa­bang sampai Merauke. Kalau ada BBM non subsidi disedia­kan, mobil mewah ya beli yang non subsidi. Se­dang­kan BBM subsi­dinya untuk mereka yang berhak yakni peng­guna sepeda motor, ken­daraan umum, taksi non eks­ekutif, itu mereka yang berhak,” jelas Djoko.

Menurut Djoko, menaikkan harga BBM subsidi memang pi­lihan yang sangat tepat. Agar tiap tahun rakyat Indo­nesia tidak di­pusingkan akan jatah atau kuota BBM subsidi yang terus jebol. Tapi kenai­kan ini ditolak DPR awal ta­hun ini. Akhirnya lara­ngan mo­bil mewah menggu­na­kan BBM subsidi jadi pilihan.

“Kalau saya berpikir, lebih baik mana kita menaikkan harga BBM subsidi karena kuota terus jebol, atau mobil mewah saja yang kita larang beli BBM sub­sidi. Kalau harga BBM naik yang terkena dampak banyak, kita semua yang miskin dan kaya, tu­kang ojek, so­pir taksi. Tapi ka­lau mobil mewah dilarang pake BBM subsidi, yang kena orang kaya saja dan bagi me­reka tidak masalah. Tetapi la­gi-lagi itu di­tentang DPR,” ke­luhnya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya