Berita

ilustrasi/ist

Nasib Polwan di Tubuh Polri Sungguh Masih Memperihatinkan!

RABU, 12 SEPTEMBER 2012 | 07:57 WIB | LAPORAN:

. Nasib polisi wanita (Polwan ) di tubuh Polri sungguh masih memperihatinkan. Sebagaimana nasib perempuan di sektor publik lainnya, problem diskriminasi dan subordinasi masih menggelayuti Polwan.

"Ini menjadi tantangan perjuangan Polwan saat memperingati HUT Polwan ke-62," kata anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 12/9).

Eva mencatat, meski sudah sejak tahun 2000 Polri dilepaskan dari TNI, tetap saja komposisi Polwan secara keseluruhan masih kecil yaitu sekitar 3,7 persen, atau tepatnya 13.926 Polwan.


Menurut Eva, bila pola rekrutmen tetap menggunakan pola saat ini, yaitu dengan kuota 3 sampai 5 persen atau atas pertimbangan untuk mengganti jumlah yang pensiun, maka jumlah Polwan tidak akan pernah mencapai angka kritis untuk mewujudkan kesetaraan gender di Polri, yaitu 30 persen. Dan hal ini menjadi bukti lain, bahwa Polri tidak responsif dan mengantisipasi kebutuhan akan penyidik-penyidik perempuan sebagai tuntutan UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga, UU Perlindungan Anak, UU Tindak Pidana Perdagangan Orang maupun UU Sistem Pengadilan Anak.

Di berbagai pidato, lanjut Eva, Kapolri dan Wakapolri selalu menyatakan tidak ada diskriminasi terhadap Polwan dan menuntut Polwan untuk berkompetisi dengan polisi laki-laki. Tapi fattanya, kebijakan yang diterapkan untuk Polwan cenderung diskriminatif. Misalnya, Polwan diberikan penugasan no- operasional sehingga Polwan sering berkapasitas tidak sebanding dengan polisi laki-laki, dan kalah terus ketika berkompetisi.

"Anehnya, dalam situasi demikian Kapolri justru menunda untuk menandatangani Peraturan Kapolri untuk Kesetaraan gender seolah situasi ketimpangan tersebut dibiarkan berlanjut," sesal Eva, yang juga mendesak Kapolri segera menandatangani Peraturan Kapolri tersebut. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya