Berita

amat antono/ist

Korupsi APBD Pekalongan, Politisi Partai Demokrat Dilaporkan ke KPK

SENIN, 10 SEPTEMBER 2012 | 16:07 WIB | LAPORAN:

Lagi, politisi Partai Demokrat kesandung korupsi. Kali ini diduga dilakukan Amat Antono, politisi Partai Demokrat dari Pekalongan, Jawa Tengah. Beberapa saat lalu, bupati Pekalongan itu dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena telah menyelewengkan APBD Pekalongan tahun 2011. Yang melaporkan, Front Rakyat Anti Korupsi (Fraksi).

Jurubicara Fraksi, Ahmad Boim yang datang bersama beberapa aktivis Fraksi mengatakan, Amat Antono telah menggunakan uang senilai Rp 105 miliar dana APBD Pekalongan untuk kepentingan pribadi.

"Amat Antono tidak mengunakan dana itu sebagaimana mestinya. Tapi mendepositokan ke dalam bank dan mengambil bunganya setiap bulan," kata dia dalam keterangannya kepada media di kantor KPK, Jakarta Selatan, Senin (10/9).


Bahkan, lanjut Ahmad, untuk memuluskan dan mengamankan tindakannya, Amat menyuap para anggota DPRD Pekalongan dalam rapat pertanggungjawaban APBD 2011. Padahal, rapat pertanggung jawaban itu juga tidak memenuhi syarat quorum.

"Lucunya setiap anggota DPRD Pekalongan diduga disuap. Anggota yang tidak hadir juga diberi uang. Rapat tidak memenuhi quorum," jelas dia.

Selain itu, Fraksi juga menuding Amat Antono selama menjabat Bupati Pekalongan juga diduga telah mengadakan proyek fiktif dalam pemeliharaan 113 ruas jalan di Pekalongan.

"Setiap bulannya juga di Dinas Pariwisata ada mutasi, dan setiap mutasi itu dilakukan pungutan liar," terang dia sembari menambahkan kalau Amat Antono juga pernah dilaporkan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan di Pekalongan 2005.

Selebihnya, dia berharap agar KPK segera menindaklanjuti dugaan korupsi Bupati Pekalongan tersebut.

"Ada masih banyak data korupsi yang ingin kita berikan ke KPK. Sumber data kita rahasiakan," tandas dia.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya