Berita

haqqani/ist

Dunia

AS Cap Teroris Kelompok Haqqani

SABTU, 08 SEPTEMBER 2012 | 12:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebuah surat kabar terkemuka Amerika Serikat melaporkan bahwa pemerintah Obama berencana untuk menetapkan jaringan militan Haqqani sebagai organisasi teroris dunia.

Harian New York Times terbitan hari Jumat (7/9) mengutip pernyataan seorang pejabat pemerintah yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa keputusan untuk memasukkan kelompok Haqqani yang dituduh melakukan serangan terhadap pasukan Amerika di Afghanistan itu diambil, setelah mengalami perdebatan selama berbulan-bulan. Demikian sebagaimana diberitakan VoA (Sabtu, 8/9).

Pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan Menlu AS Hillary Clinton akan secepatnya memberitahu kepada Kongres AS mengenai keputusannya menetapkan jaringan Haqqani sebagai organisasi teroris.


Penetapan sebagai teroris ini tentu akan meratakan jalan untuk sanksi keuangan yang berat terhadap kelompok itu.

Namun demikian, sejumlah pejabat AS telah menyatakan keprihatinan bahwa keputusan ini dapat merusak hubungan yang sudah rapuh antara AS dan Pakistan. Keputusan ini dinilai juga dapat memperlambat usaha untuk merundingkan penyelesaian politik untuk perang Afghanistan dengan merongrong pembicaraan dengan Taliban.

Keputusan AS ini dilatarbelakangi oleh tuduhan yang menyebutkan jaringan yang bermarkas di perbatasan Afghanistan dan Pakistan atau tepatnya di Waziristan Utara itu, sering melakukan sejumlah serangan di Afghanistan, termasuk serangan tahun lalu terhadap kedutaan Amerika di Kabul, markas besar NATO, dan pangkalan koalisi.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya