Berita

sby/ist

SBY Tak Setegas Ellen Johnson Sirleaf

JUMAT, 24 AGUSTUS 2012 | 02:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Indonesia dan Liberia sama-sama dihadapkan pada persoalan korupsi yang menggurita. Korupsi bukan hanya dilakukan pajabat eksekutif dan legislatif, namun juga oleh aparat penegak hukum dan pihak swasta.

Lembaga Internasional Crisis Group Juni lalu mengeluarkan laporan, korupsi dan nepotisme di Liberia cukup mengkhawatirkan dan menjadi ancaman serius bagi hancurnya demokrasi di negara yang ada di benua Afrika itu. Sementara di Indonesia, meskipun program antikorupsi dilakukan sejak awal reformasi, sumber daya publik yang dikorupsi malah menunjukkan jumlah yang fantastis. Pelaku korupsi bahkan semakin beragam dengan bentuk korupsi semakin bervariasi.

Tapi ada yang beda dari Liberia. Keseriusan mereka memberantas korupsi benar-benar terlihat. Presiden Liberia, Ellen Johnson Sirleaf, beberapa hari lalu memecat 46 pejabat negara karena tidak menyerahkan daftar kekayaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi di sana. Tak pandang bulu, satu diantara pejabat yang dipecat Ellen Sirleaf adalah anaknya sendiri, Harles Sirleaf yang menjabat sebagai wakil direktur bank sentral.


Pada saat kampanye pemilu tahun lalu, Ellen Sirleaf memang berjanji akan perang melawan korupsi. Para pejabat diperintahkan untuk melaporkan harta kekayaan kepada lembaga antikorupsi paling lambat 14 hari setelah pengangkatan.

Indonesia bukanlah Liberia. Presiden SBY juga tak setegas Ellen Sirleaf.

Dalam banyak kesempatan Presiden SBY selalu menegaskan sangat berkomitmen memberantas korupsi. Dia mengatakan berada di garda terdepan dalam upaya pemberantasan korupsi. Sama seperti Ellen Shirleaf, SBY juga menyampaikan janjinya itu pada saat kampanye pemilihan presiden. Tapi SBY tidak seberani Ellen Sirleaf yang merupakan presiden perempuan pertama di benua Afrika dan peraih Nobel Perdamaian itu. Imbauan sering disampaikan SBY tapi belum pernah memecat pejabat karena tidak melaporkan harta kekayaannya.

Di Indonesia sendiri ada ribuan pejabat dan penyelenggara negara yang tidak patuh melaporkan harta kekayaannya. Catatan KPK sampai Juni 2012, dari jumlah 74.320 pejabat eksekutif yang wajib lapor baru 59.370 pejabat yang sudah melaporkan harta kekayaannya. Dengan demikian ada 14.950 pejabat lagi yang belum melaporkan kekayaannya ke KPK.

Ketidakpatuhan pejabat eksekutif dalam melaporkan harta kekayaan itu menjadi yang terendah dibanding pejabat yudikatif, BUMN/BUMD dan pejabat legislatif. Dari 11.020 pejabat yudikatif yang wajib lapor sudah 9.688 yang melapor. Pejabat BUMN/BUMD yang menjadi wajib lapor LHKPN sebanyak 8.244 pejabat yang sudah melaporkan 7.570 pejabat. Sedangkan dari 691 pejabat legislatif yang sudah melaporkan 681 orang.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya