Berita

Swasti Sabdastantri

Blitz

Chua ‘Kotak’, Nikah Urusan Nanti

RABU, 22 AGUSTUS 2012 | 09:18 WIB

Music mania pasti sudah tak asing lagi dengan Swasti Sabdastantri alias Chua. Ya, selain manis dan menarik, pembetot bas band Kotak ini memberi warna tersendiri pada sound. Namun kelebihan itu tak lantas digunakan Chua untuk mencari pacar serius terus menikah.

“Kalau nikah ntar aja dulu deh. Umur juga masih 24. Ntar lah, sekarang mikirin kerjaan dulu,” kata Chua kepada Rakyat Merdeka.

Menurut dia, saat ini personil Kotak sedang giat-giatnya bekerja dan berkreasi agar tetap eksis di dunia musik tanah air. Jadi urusan asmara terpaksa dipinggirkan dulu.

“Ya, yang lain juga belum pada ngomongin nikah. Kita bertiga di Kotak sudah punya calon masing-masing. Tapi sekarang fokusnya mikirin karya buat Kotak dulu,” jelasnya.

 â€œBelum (menikah). Santai aja dulu. Tiba-tiba nanti anak sudah tiga aja,” tambah Chua becanda.

Namun bukan berarti suasana di Kotak terlalu serius. Hal seperti soal cinta bukan hal tabu jadi bahan obrolan atau guyonan. Bahkan rencana untuk berkeluarga sering dibicarakan.

“Kita sering ngobrol soal masa depan. Lucu kali ya kalau sudah punya anak semuanya terus kita kumpul bikin arisan. Seru aja kali,” tuturnya.

Sebagai personil band yang sudah populer, Chua mengajak penggemar menyayangi bumi dengan cara menanam pohon. Seruan itu jadi bagian kegiatan promosi album terbaru Kotak yang segera di-launching.

 â€œTadinya ingin menanam pohon apa saja, yang penting dari bibit dan dirawat sampai besar. Karena selain belajar menyayangi tanaman, juga agar bumi hijau,” jelas Chua.

Kemudian Chua berpikir lagi. Kenapa tidak sekalian menanam pohon jati saja, yang banyak menghasilkan manfaat.

“Lalu, satu pohon jati bisa memenuhi kebutuhan oksigen lima orang dewasa. Bayangkan bila penggemar Kotak ramai-ramai menanam pohon jati, kadar oksigen di udara lebih banyak,” imbuh cewek kelahiran Makassar, 3 April 1988 ini.

Menurut Chua, menyayangi bumi bisa diterapkan melalui hal-hal kecil. Membiasakan diri untuk tidak buang sampah sembarangan, misalnya. Meski hal ini amat sederhana, efeknya sangat besar.

“Coba ingat-ingat lagi, banyak kejadian banjir yang disebabkan saluran pembuangan air yang tersumbat oleh sampah.Ditambah, sampah plastik yang dibuang sembarangan tidak bisa diurai tanah. Aku pasti mencari tempat yang disediakan untuk membuang sampah,” tuturnya.

Selain itu, sedari kecil Chua dididik orangtuanya untuk  hemat energi. “Kalau di rumah ada lampu yang menyala padahal tidak digunakan, mama langsung mengomel,” celoteh Chua.

Maklum, ayah Chua adalah karyawan perusahaan listrik. Jadi, Chua sekeluarga diajari untuk menggunakan energi secara efisien. [HARIAN RAKYAT MERDEKA]


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya