ilustrasi
ilustrasi
Kepala Humas KAI Daerah OpeÂrasi I Jakarta Mateta RizaÂlulhak mengatakan, kawasan CileÂbut merupakan lokasi perÂtama dilakukannya penurunan LLA. Setelah itu, Bojong Gede, teÂrus di fly over Depok Lama, Depok Baru dan terakhir di linÂtasan KRL Tebet-Manggarai.
“Langkah ini diharapkan bisa menghalau penumpang yang kerap menaiki atap gerbong keÂreta. Namun, alasan penurunan kabel LLA sebenarnya lebih kepada soal teknis,†kata Mateta.
Dia menjelaskan, dalam proÂses penurunan kabel LLA yang diperkirakan memakan waktu seÂkitar seminggu itu tidak meÂngganggu perjalanan kereta. SeÂlain itu, penurunan kabel sudah dilakukan mulai 27 Juli 2012.
“Kabel LLA yang sudah diturunkan di lintasan kereta Bogor-Jakarta. Langkah ini penting dilakukan agar bisa membuat Atapers (penumpang kereta di atas gerbong) mengÂhenÂtikan aksinya,†jelas Mateta.
Langkah yang diterapkan KAI ternyata disambut antusias para penumpang KRL. Namun, mereka juga berharap KAI menambah gerbong kereta, sehingga penumpang tak perlu lagi naik ke atap gerbong.
Perlu diketahui, selama ini masih banyak penumpang yang neÂkat naik ke atas gerbong lanÂtaran takut ketinggalan kereta. Padahal, aksi tersebut berbaÂhaya dan telah banyak makan korban.
Aksi nekat sejumlah penumÂpang nakal itu didasari upaya menghindari berdesak-desakan di dalam kereta. Selain itu, naik di atas gerbong dijadikan modus untuk menghindari petugas penarik karcis penumpang.
Untuk arus mudik tahun ini, KAI menyiapkan 58 rangkaian kereta dengan 48 rute perjaÂlanan regular yang memiliki kaÂpasitas tempat duduk mencapai 21.478 tempat duduk.
PT KAI juga akan menambah 10 rangkaian tambahan dengan tempat duduk sebanyak 6.542. Diperkirakan untuk tahun ini jumlah penumpang mencapai 28.000 orang, padahal jumlah penumpang tahun lalu ada 34.000 orang, sehingga dipastiÂkan 6.000 penumpang tidak akan kebagian tiket akibat pembatasan calon penumpang.
“Sekarang jumlah penumÂpang disesuaikan dengan kaÂpasitas tempat duduk. Tidak ada lagi penumpang yang berdiri, baik untuk kelas ekonomi, bisÂnis dan eksekutif dan tidak ada lagi yang duduk dekat WC,†tegasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
Senin, 22 Desember 2025 | 17:57
UPDATE
Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14
Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10
Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38
Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21