Berita

ilustrasi/ist

Saleh: Pembinaan TKI Ditentukan Kerjasama Tiga Pihak

MINGGU, 05 AGUSTUS 2012 | 23:19 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Pembinaan tenaga kerja Indonesia di luar negeri tidak lepas dari tiga elemen, yaitu pemerintah, perusahaan pengirim tenaga kerja, dan tenaga kerjanya sendiri. Ketiga elemen ini harus berkordinasi dan bersinergi dengan baik. Pemerintah diyakini tidak bisa bekerja sendiri mengingat banyaknya jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay, ketika berbicara di depan sekitar 300 anggota masyarakat Indonesia di Taman Sri Serdang, Selangor, Malaysia, (Minggu petang, 5/8).

"Sebelum diberangkatkan, semestinya pemerintah memberikan pelatihan yang memadai agar kualitas TKI sesuai dengan pangsa pasar kerja yang membutuhkannya. Pengetahuan bahasa dan budaya setempat merupakan prioritas utama. Dengan kemampuan bahasa dan pemahaman budaya yang baik, para TKI diharapkan dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja mereka", ujar Saleh dalam keterangan yang diterima redaksi.

Selain itu, pemerintah dituntut untuk memperhatikan dokumen keimigrasian para TKI. Jangan sampai para TKI tidak bisa bekerja hanya karena lambatnya urusan birokrasi keimigrasian mereka. Faktanya, lanjut Saleh, di Malaysia sendiri masih banyak TKI yang tidak memiliki dokumen keimigrasian yang lengkap.

Selain itu, perusahaan pengerah jasa tenaga kerja diharapkan tidak hanya sekadar profit oriented saja. Pekerjaan mereka tidak otomatis berhenti setelah TKI diberangkatkan. Mereka masih punya tanggung jawab moral bagaimana agar para TKI kita sukses di luar negeri. Bila ada masalah yang menimpa TKI, merekalah seharusnya yang pertama sekali bertanggung jawab.

"Pemerintah harus tegas terhadap perusahaan-perusahaan PJTKI. Bila ada yang tidak bertanggung jawab, pemerintah harus memperingatkan dan kalau perlu menarik izin operasionalnya", tegas Saleh.

Sementara itu, para TKI kita pun dituntut untuk pro-aktif dalam mengurus dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Pemerintah tentu saja tidak mengetahui semua problem yang mereka hadapi. Untuk itu, para TKI harus memberitahukan segala problem tersebut kepada pemerintah.

"Jangan sampai ada sinyalemen yang mengatakan bahwa TKI kita hanya butuh pemerintah di saat mereka bermasalah. Kewajiban-kewajiban mereka sebagai warga negara kurang diperhatikan. Akibatnya, pemerintah menghadapi kendala dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut", demikian Saleh. [guh]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya