Berita

Mirati Dewaningsih Tuasikal/ist

Rencana KPK Bongkar Mafia Pupuk Diapresiasi Kalangan DPR

SABTU, 04 AGUSTUS 2012 | 20:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rencana KPK mengusut dugaan korupsi proyek pengadaan pupuk senilai Rp 81 miliar di Kementerian Pertanian diapresiasi kalangan DPR. Sebab, selain ada banyak aduan masyarakat, jelas juga terlihat ada indikasi perbuatan mafia dalam pengadaan pupuk tersebut.

"Jika nanti dugaan penyelewengan pupuk itu terungkap, maka mafia pupuk yang selama ini merajalela dapat terbongkar," jelas anggota Komisi IV DPR RI, Mirati Dewaningsih Tuasikal dalam keterangan persnya (Sabtu, 4/8).

Menurutnya, KPK memang sudah seharusnya mengusut dugaan permainan dalam proses lelang pengadaan dekomposer cair dan pupuk hayati cair di Kementan. Terlebih lagi, selama ini mafia pupuk memang nyaris tak tersentuh hukum.


"Saya kira dengan upaya yang serius dari KPK misalnya, mafia pupuk yang selama ini seperti sudah menjadi rahasia umum namun seakan tidak disentuh akan bisa diungkap dan itu tentu bisa mengakhiri agar pupuk tidak menjadi lumbung uang para mafia," jelas Mirati.

Ia prihatin karena pada kenyataannya, petani kerap kesulitan mendapatkan pupuk. Sangat ironis jika ternyata proses pengadaannya diselewengkan. Petani, katanya lagi,  seharusnya mendapat pupuk bersubdisi dengan mudah, murah dan tepat waktu. Faktanya juga, kerap kali harga pupuk lebih tinggi dari sebenarnya dan seringkali diduga ada penyelewengan.

Ia menegaskan, publik tentunya menaruh harapan kepada KPK agar bisa membongkar dugaan penyelewengan pengadaan pupuk di Kementerian Pertanian.

"Yang terpenting adalah, petani bisa mendapatkan pupuk dengan murah, mudah, tepat waktu dan bermutu," pungkas politisi PKB itu.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya